Surabaya Tegas Tutup 13 Titik Perbatasan Saat Larangan Mudik 2021, Catat Baik-Baik!
Wikimedia Commons
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Polrestabes Surabaya akan menutup 13 akses masuk selama periode larangan mudik Lebaran 2021. Catat penjelasan Polrestabes Surabaya berikut ini baik-baik.

WowKeren - Pemerintah sudah menegaskan larangan mudik dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah yang jatuh pertengahan bulan Mei mendatang. Lebih tepatnya, larangan ini terjadi pada tanggal 6-17 Mei 2021 dengan sederet sanksi yang membayangi para pelanggarnya.

Termasuk yang tegas menerapkan larangan tersebut adalah Surabaya. Polrestabes Surabaya mengaku siap menutup 13 akses masuk ke Ibu Kota Jawa Timur itu dengan menerjunkan petugas gabungan.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Candra awalnya menyatakan ada 6 titik akses yang ditutup. Namun akhirnya ditambah dan ditetapkan menjadi 13 titik.

"Kita ada 13 titik penyekatan masuk Surabaya. Salah satunya di Bundaran Waru. Untuk teknisnya larangan mudik kan mulai tanggal 6 hingga 17 Mei," beber Teddy, Senin (19/4).


Untuk warga Surabaya, catat baik-baik titik yang menjadi sasaran penyekatan ini! Beberapa titik yang akan disekat adalah Terminal Benowo, Terminal Osowilangun, Exit Tol Masjid Al Akbar Surabaya, depan PMK Sier, Eks Pasar Karang Pilang, Exit Tol Gunung Sari-Malang.

Lalu titik akses lain yang disekat meliputi Exit Tol Gunung Sari-Gresik, SP3 Driyorejo Lakarsantri, depan Mal Cito (Bundaran Waru), Exit Tol Simo Surabaya, Exit Tol Satelit, Jalan Rungkut Menanggal dan, Merr Gunung Anyar. Nantinya petugas gabungan akan memeriksa kepentingan pengendara yang melewati daerah tersebut.

"Kami akan melakukan pemeriksaan, melakukan skrining. Bagi yang bekerja kan membawa surat, dan ada pengecualian sesuai edaran menteri seperti orang yang berobat, atau hendak melahirkan," papar Teddy, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (21/4).

Polisi juga akan aktif melakukan patroli, termasuk untuk petugas Polsek di wilayahnya. Tak hanya itu, Polrestabes Surabaya dan jajaran kini tengah melakukan sosialisasi larangan mudik kepada masyarakat.

"Di Operasi Keselamatan ini kita melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar paham biar larangan ini dimengerti. Karena ini kan instruksi presiden langsung," pungkas Teddy. Ia berharap agar esensi larangan ini bisa dipahami masyarakat, termasuk mencegah pemudik menjadi pembawa virus untuk kalangan risiko COVID-19 di kampung halaman.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts