Mark Sungkar Masih Ditahan Setelah Sempat Positif Covid-19: Gak Masuk Akal, Bingung Saya
Instagram/santiasokamala
Selebriti

Meski sudah dinyatakan negatif Covid-19, Mark Sungkar heran karena masih ditahan di Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan korupsi. Ia merasa kondisinya tak layak untuk menjalani penahanan.

WowKeren - Aktor senior Mark Sungkar kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (20/4). Sayangnya, sidang harus ditunda lantaran kondisi kesehatan Mark Sungkar yang kurang baik usai sembuh dari Covid-19.

Diketahui, ayah Zaskia Sungkar dan Shireen Sungkar itu menjadi terdakwa terkait kasus dugaan korupsi dana triathlon. Mark pun harus menjalani penahanan di Polda Metro Jaya.

Mark menceritakan sedikit pengalamannya ketika menjalani perawatan di rumah sakit karena terpapar Covid-19. "Satu bulan saya tidak melihat matahari, tidak kena matahari," kata Mark Sungkar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa (20/4) seperti dilansir dari Kumparan.

Dalam kesempatan tersebut, Mark mengatakan bahwa ia sudah dinyatakan negatif Covid-19. Ia pun merasa harusnya saat ini istirahat usai terkena Covid-19. Aktor 72 tahun ini juga mengeluhkan kesulitan olahraga di dalam rutan.

"Biasanya, yang saya dengar, satu bulan dua bulan itu istirahat total, berjemur, olahraga pagi. Ini saya enggak bisa," sambung Mark. "Olahraga masih mungkin dengan kondisi kayak gini, ini masih keliyengan, puyeng. Saya khawatir vertigo saya kambuh, jadi tidak stabil."


Mark pun berharap permohonannya untuk dijadikan tahanan kota segera diterima oleh majelis hakim. Pihak Mark memang sudah mengajukan sejumlah dokumen yang membuktikan kondisinya tak layak menjalani penahanan. Setelah usaha-usahanya, Mark pun menyerahkan hal tersebut pada takdir Tuhan.

"Oh, sudah (diupayakan untuk jadi tahanan kota), semua riwayat saya, rekam medis, usia saya, enggak masuk akal gitu saya ditahan. Aneh gitu," ucap Mark.

"Bingung saya. Setiap orang tanya, 'Saya enggak tahu. Tanya aja ke mereka.' Ini keanehan. Karena ini sudah terjadi, sudah, kita serahkan kepada Allah," sambung ayah mertua Irwansyah itu.

Mark mengatakan negara justru dirugikan dengan penahannya. Bukan tanpa alasan, pasalnya negara harus membayar biaya penghidupan Mark di rutan.

"Itu, kan, beban pemerintah, sebagian disubsidi pemerintah, kan," jelas Mark. "Kemudian menambah data orang-orang yang COVID-19 dan ini yang real kerugian negara sebenarnya."

(wk/tria)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!