Sinopharm Jadi Vaksin COVID-19 Tiongkok Pertama yang Dapat Izin Penggunaan Darurat dari WHO
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia
Vaksin COVID-19

Keputusan tersebut menjadikan Sinopharm sebagai vaksin COVID-19 buatan perusahaan non-Barat pertama yang mendapatkan dukungan dari Organisasi Kesehatan Dunia.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan pengumuman pada hari Jumat (7/5) yang menyatakan bahwa mereka telah menyetujui penggunaan darurat vaksin COVID-19 asal Tiongkok, Sinopharm. Sinopharm merupakan salah satu vaksin Tiongkok yang secara kolektif sudah diberikan kepada ratusan juta orang baik di Negeri Tirai Bambu sendiri maupun negara lain di dunia.

Keputusan ini menjadikan Sinopharm sebagai vaksin COVID-19 buatan perusahaan non-Barat pertama yang mendapatkan dukungan dari WHO. Selain itu, ini juga merupakan yang pertama kalinya WHO memberikan persetujuan penggunaan darurat untuk vaksin Tiongkok apa pun untuk penyakit menular apa pun. Adapun Daftar darurat WHO adalah sinyal bagi regulator nasional tentang keamanan dan kemanjuran produk, dan akan memungkinkan dosis mereka masuk ke dalam COVAX, program global untuk menyediakan vaksin terutama untuk negara-negara miskin.

"Sore ini, WHO memberikan daftar penggunaan darurat untuk vaksin COVID-19 Sinopharm Beijing," kata direktur jenderal badan kesehatan PBB Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers. "Menjadikannya vaksin keenam yang menerima validasi WHO untuk keamanan, kemanjuran dan kualitas."


Tedros juga mengatakan bahwa panel ahli terpisah telah merekomendasikan dua dosis vaksin Sinopharm untuk mereka yang berusia 18 tahun ke atas. Sebelum Sinopharm, vaksin yang sudah mendapat persetujuan dari WHO adalah vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, Johnson & Johnson, dan, minggu lalu, Moderna.

Kelompok pakar WHO terpisah, Kelompok Penasihat Strategis Ahli (SAGE), menyuarakan keprihatinan minggu ini atas data yang diberikan oleh Sinopharm tentang risiko efek samping yang serius pada beberapa pasien. Kendati demikian, menurut ke dokumen yang ditinjau Reuters, mereka yakin dengan kemampuan vaksin untuk mencegah penyakit. Menurut dokumen tersebut, SAGE menemukan kemanjuran 78,1 persen setelah dilakukan uji klinis Fase III multi-negara dengan dua dosis.

Sementara itu, pengembang vaksin, Institut Produk Biologi Beijing, sebuah unit anak perusahaan Sinopharm, China National Biotec Group, telah mengumumkan efektivitas 79,34 persen. WHO mengatakan pihaknya dapat mencapai keputusan tentang vaksin buatan Sinovac Biotech, paling cepat minggu depan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts