Oposisi Sebut Gelombang COVID-19 India Bisa Jadi Ancaman Dunia
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Varian COVID-19 India B.1.617 yang sangat menular telah menyebar ke negara lain. Tak sedikit negara yang telah mengambil langkah ketat untuk membatasi pergerakan dari India

WowKeren - Pemimpin oposisi utama India Rahul Gandhi memperingatkan pada hari Jumat (7/5) bahwa gelombang COVID-19 kedua yang mematikan yang melanda negara itu bisa menghancurkan seluruh dunia jika tidak segera ditangani dengan baik. Melalui sebuah surat, ia memohon kepada Perdana Menteri Narendra Modi untuk mempersiapkan lockdown nasional.

Selain itu, pemerintah juga menurutnya harus mempercepat program vaksinasi di seluruh negeri dan secara ilmiah melacak virus dan mutasinya. Selain itu, ia menilai jika India memiliki tanggung jawab di "dunia yang saling berhubungan" untuk menghentikan pertumbuhan "eksplosif" COVID-19 di dalam perbatasannya.

"India adalah rumah bagi satu dari setiap enam manusia di planet ini. Pandemi telah menunjukkan bahwa ukuran, keragaman genetik, dan kompleksitas kita menjadikan India tempat subur bagi virus untuk bermutasi dengan cepat," kata Gandhi. "Mengubah diri menjadi bentuk yang lebih menular dan lebih berbahaya."


Sehingga jika virus dibiarkan merajalela maka bisa menjadi ancaman tak hanya untuk India sendiri namun juga dunia. "Membiarkan penyebaran virus yang tidak terkendali di negara kami akan menghancurkan tidak hanya bagi rakyat kami tetapi juga bagi seluruh dunia," lanjutnya.

Sementara itu, varian COVID-19 India B.1.617 yang sangat menular telah menyebar ke negara lain. Tak sedikit negara yang telah mengambil langkah ketat untuk membatasi pergerakan dari India. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa pemerintah perlu berhati-hati dengan munculnya jenis virus korona baru di India yang telah mulai menyebar di Inggris.

India sendiri tengah kewalahan menghadapi lonjakan kasus. Dalam sepekan terakhir, India telah melaporkan tambahan 1,5 juta infeksi baru. Sejak dimulainya pandemi, telah dilaporkan 21,49 juta kasus dan 234.083 kematian. Saat ini ada 3,6 juta kasus aktif.

Sejumlah negara bahkan telah mengirim bantuan mereka untuk membantu India menangani pandemi yang kian mengkhawatirkan. Peralatan medis dari luar negeri mulai berdatangan di rumah sakit New Delhi sehingga diharapkan dapat mengurangi tekanan pada sistem kesehatan yang sudah terbebani.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts