Putus Rantai Penularan COVID-19, Maskapai Terbesar Taiwan Karantina Seluruh Pilot
Dunia

Sejak April lalu, negara ini harus berkutat dengan wabah yang terkait dengan pilot China Airlines dan hotel bandara tempat sebagian besar dari mereka menginap.

WowKeren - Taiwan akan mengkarantina semua pilot untuk maskapai terbesarnya, China Airlines, selama 14 hari ke depan. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh menteri kesehatan pada hari Senin (10/5). Langkah ini diperkirakan akan berdampak pada kehidupan ekonomi negara yang bergantung pada perdagangan tersebut.

Taiwan sendiri dianggap telah mampu mengendalikan pandemi dengan baik. Negara ini mampu melakukan langkah pencegahan seawal mungkin ketika kasus domestik mulai menyebar. Namun sejak April lalu, negara ini harus berkutat dengan wabah yang terkait dengan pilot China Airlines dan hotel bandara tempat sebagian besar dari mereka menginap. Hingga kini sudah ada sekitar 35 kasus infeksi yang dikonfirmasi dalam outbreak tersebut.

Menteri Kesehatan Chen Shih-chung mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk memutus rantai penularan di maskapai itu adalah dengan mengkarantina semua pilot China Airlines yang saat ini berada di Taiwan, dan siapa pun yang kembali ke pulau itu.

Ia menyadari jika langkah ini sejatinya akan berdampak signifikan pada penerbangan baik kargo maupun maupun penumpang. Namun tetap saja, keselamatan adalah yang utama.


"Ini akan berdampak besar pada China Airlines, pada penerbangan penumpang dan kargo, dan juga awaknya," ujarnya. "Tapi demi keselamatan seluruh masyarakat kita tidak punya pilihan selain mengambil keputusan ini."

Chen mengatakan jika para pilot itu boleh keluar dari karantina jika mereka dinyatakan negatif. China Airlines yang merupakan maskapai kargo utama, mengatakan akan membagi pilot yang dikarantina menjadi beberapa kelompok.

Mereka akan berupaya semaksimal mungkin untuk mempertahankan operasi penerbangan. China Airlines akan memprioritaskan penerbangan kargo. "Pengurangan jangka pendek dalam kapasitas impor dan ekspor Taiwan akan mempengaruhi waktu pengiriman barang," kata pihak China Airlines, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Otoritas kesehatan Taiwan percaya beberapa pilot terinfeksi pertama kali di luar negeri, kemudian menyebarkan infeksi setelah kembali ke Taiwan. Sedangkan yang lain mungkin telah terinfeksi oleh pilot dari maskapai lain yang menginap di hotel yang sama.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts