Gejala yang dialami pejabat berupa sakit kepala dan sulit tidur selama sekitar satu minggu. Kasus kedua lebih parah hingga menyebabkan pejabat harus mencari perawatan medis.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 18 Mei 2021 - 12:02 WIB
WowKeren - Dua orang pejabat di Gedung Putih dilaporkan menderita penyakit misterius akhir tahun lalu dengan gejala yang disebut "sindrom Havana". Hal itu bermula ketika seorang pejabat jatuh sakit sehari setelah gelaran Pemilu 2020.
Berdasarkan sumber yang mengatakan pada CNN, pejabat tersebut jatuh sakit pada bulan November, tepatnya sehari setelah pemilihan Presiden. Satu orang lainnya dilaporkan jatuh sakit beberapa minggu kemudian. Berdasarkan laporan dari CNN, dalam salah satu kasus penyakit itu dibawa ketika pejabat itu berjalan melewati gerbang Gedung Putih.
Adapun gejala yang dialami pejabat pertama antara lain sakit kepala dan sulit tidur yang terjadi selama sekitar satu minggu. Kasus kedua, yang sebelumnya tidak dilaporkan, terjadi setelah petugas berjalan melewati gerbang Gedung Putih. Namun untuk kasus kedua ini lebih parah hingga mengharuskan pejabat tersebut untuk segera mendapatkan perawatan medis.
Insiden medis ini pertama kali dilaporkan di antara staf kedutaan di Kuba pada 2016. Menurut laporan The Guardian, lebih dari 130 insiden sindrom tersebut telah dilaporkan oleh mata-mata, diplomat, dan pejabat pertahanan AS.
Para penyelidik telah berupaya menjelaskan pengalaman aneh yang dilaporkan oleh diplomat AS dan pegawai pemerintah lainnya di Kuba, Rusia, Tiongkok, dan tempat lain. Dalam beberapa kasus, gejala tersebut bahkan menyebabkan sakit kepala kronis dan cedera otak. Para korban telah melaporkan mengalami vertigo tiba-tiba, sakit kepala dan tekanan kepala, terkadang disertai dengan "suara tajam yang menusuk".
Saat ini, investigasi tengah berlangsung untuk mengetahui siapa maupun apa penyebab insiden aneh tersebut. Komunitas intelijen masih tidak yakin siapa yang menyebabkan rangkaian gejala sistem saraf yang aneh tersebut, atau apakah mereka secara definitif dapat disebut sebagai "serangan".
(wk/zodi)