Presiden Jokowi Ingatkan Kembali Harus Bisa Turunkan Kasus COVID-19 Dalam 2 Minggu
Instagram/jokowi
Nasional

Angka kasus aktif COVID-19 nasional masih cukup tinggi. Sementara itu, Presiden Jokowi mengingatkan kembali bahwa kasus aktif COVID-19 nasional harus bisa turun dalam kurun waktu dua minggu.

WowKeren - Pada Rabu (19/5), Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepulauan Riau (Kepri). Adapun arahan yang diberikan oleh Jokowi adalah mengenai penanganan COVID-19.

Pada pengarahan tersebut, Jokowi juga menyampaikan bahwa pihaknya menginginkan kasus COVID-19 di Kepri turun dalam kurun waktu dua minggu. Sebelumnya, hal tersebut telah disampaikan oleh Panglima TNI dan Kapolri.

"Panglima dan Kapolri sudah menyampaikan, Pangdam Danrem, Kapolda, dan juga dibantu oleh Pangkogabwilhan, tentu saja dengan Pemda, sudah diingatkan oleh Panglima TNI dan Kapolri diberi waktu dua minggu untuk menurun terus," tutur Jokowi dalam pengarahan yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/5). "Saya hanya mengulangi lagi."

Jokowi menegaskan bahwa saat ini perkembangan kasus COVID-19 di seluruh Indonesia berada dalam pantauannya. Setiap harinya, data-data terkait kasus COVID-19 dicermati oleh Jokowi.


"Setiap pagi, sarapan, saya angka-angka, semua (data kasus COVID-19) Kabupaten ada, semua kota ada, semua provinsi saya punya," jelas Jokowi. "Tadi coba dilihat, dari 176 (ribu kasus), hari ini sudah turun menjadi 87 ribu (kasus), kelihatan bagus grafisnya kelihatan turun."

Jokowi menyampaikan bahwa kasus aktif nasional saat ini sudah mengalami penurunan yang signifikan sejak Februari lalu. Meski demikian, Jokowi mengingatkan jangan sampai lonjakan kasus COVID-19 kembali melonjak, khususnya setelah libur lebaran 2021.

"Jangan sampai karena lebaran kemarin ini sudah dilarang mudik, tetapi tetap ada 1,5 juta yang mudik," lanjutnya. "Naik nggak apa-apa, tapi kecil saja. Ini yang kita harapkan, oleh sebab itu, jaga-jaga, harus terus kita tekan."

Lebih lanjut, Jokowi memaparkan data kasus COVID-19 di Kepri yang akhir-akhir ini mengalami kenaikan cukup signifikan. Jokowi Meminta pemda dan aparat setempat tidak lengah.

"Kemudian kita lihat di Kepri berapa, supaya kita bisa lihat angka-angkanya, Agustus tahun lalu masih 362 (kasus), kemudian masuk ke Oktober melompat menjadi 1.240, bisa turun, turun di bulan Februari sampai 192," tutup Jokowi. "Tapi kelihatannya Bapak/Ibu tidak waspada di bulan Februari dan Maret, ada kelengahan di situ, harusnya diinjak terus sampai ke bawah terus."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait