Kaum Pemuda Ingin Inggris Tinggalkan Sistem Monarki
pxhere.com/Ilustrasi
Dunia

Adapun hasil survei ini berkebalikan dari yang pernah dilakukan dua tahun lalu, ketika 46 persen lebih memilih sistem monarki dengan 26 persen yang menginginkannya diganti.

WowKeren - Masyarakat dari golongan pemuda di Inggris tidak lagi berpikir negara itu harus mempertahankan sistem monarki. Mereka lebih menginginkan seorang kepala negara yang bisa dipilih.

Hal tersebut diketahui berdasarkan survei yang dilakukan baru-baru ini. Menurut survei yang dilakukan oleh YouGov, sebanyak 41 persen dari mereka yang berusia 18 hingga 24 tahun berpikir jika sekarang harus ada kepala negara yang dipilih. Sedangkan 31 persen di antaranya tetap menginginkan seorang raja atau ratu untuk memerintah.

Adapun hasil survei ini berkebalikan dari yang pernah dilakukan dua tahun lalu, ketika 46 persen lebih memilih sistem monarki dengan 26 persen yang menginginkannya diganti. Namun, secara keseluruhan survei tersebut memiliki berita yang lebih baik untuk Ratu Elizabeth II dan keluarga kerajaan, dengan 61 persen mendukung monarki sementara hanya di bawah seperempatnya berpikir itu harus diganti dengan figur terpilih.


Beberapa bulan terakhir merupakan masa sulit bagi Windsors mulai dari kematian suami ratu, Pangeran Philip, pada bulan April. Lalu ditambah dengan krisis buntut wawancara oleh cucu Elizabeth Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle dengan pembawa acara obrolan AS Oprah Winfrey di bulan sebelumnya. Yang mana, wawancara ini telah menyedot perhatian dunia.

Jajak pendapat sebelumnya menunjukkan perbedaan usia, dengan generasi yang lebih muda lebih menyukai Harry dan Meghan daripada rekan-rekan mereka yang lebih tua yang memiliki perasaan negatif yang berlebihan tentang mereka. Meski tidak ada kemungkinan berakhirnya monarki saat ratu masih di atas takhta, ada kekhawatiran para bangsawan tentang menurunnya dukungan di antara orang-orang Inggris yang lebih muda.

Survei terhadap 4.870 orang dewasa menunjukkan 53 persen dari mereka yang berusia antara 25-49 tahun mendukung mempertahankan monarki. Angka ini turun lima poin dari jajak pendapat serupa pada 2019, sementara dukungan untuk kepala terpilih naik 4 poin.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait