House of One merupakan bangunan dengan menara tinggi berbentuk persegi yang akan dibangun di atas situs gereja abad ke-13 yang dihancurkan pada tahun 1960-an.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 28 Mei 2021 - 16:35 WIB
WowKeren - Sekelompok orang Muslim, Yahudi dan Kristen di Berlin bergabung bersama pada hari Kamis (27/5) untuk melangsungkan upacara peletakan batu pondasi bangunan yang disebut House of One. Bangunan ini akan menampung tempat ibadah 3 agama sekaligus sebagai simbol dialog antar agama di ibu kota Jerman.
Beberapa hari setelah protes di Berlin atas konflik antara Israel dan Palestina di Gaza, dan pada saat para politisi memperingatkan meningkatnya anti-Semitisme di Jerman, "House of One" menawarkan suar harapan untuk dialog. Demikian yang diungkapkan oleh para pendirinya.
Walikota Berlin Michael Mueller mengatakan jika konflik-konflik yang dramatis di dunia dapat didiskusikan dengan baik. Dengan House of One, diharapkan masyarakat memiliki wadah untuk menyoroti masalah di negara mereka.
"Penting agar konflik dunia yang dramatis dapat didiskusikan di ibu kota Jerman," kata Mueller saat upacara tersebut. "Dan masyarakat memiliki panggung untuk menyoroti masalah di negara mereka dan mengungkapkan pendapat mereka."
Ia menegaskan bahwa kebencian serta kekerasan harus dibuang jauh-jauh dari tengah masyarakat. "Kebencian dan kekerasan, anti-Semitisme dan Islamofobia, rasisme dan hasutan tidak memiliki tempat dalam masyarakat kita," tambahnya.
"Proyek House of One mengirimkan sinyal penting saat ini," kata Heinrich Bedford-Strohm, kepala gereja Protestan di Jerman, kepada RND. "Anti-Semitisme dan Islamofobia meningkat. Tapi mereka membawa orang ke arah yang salah."
House of One merupakan bangunan dengan menara tinggi berbentuk persegi yang akan dibangun di atas situs gereja abad ke-13 yang dihancurkan oleh pemerintah Komunis Jerman Timur pada tahun 1960-an. Di dalamnya akan dibangun ruangan terpisah untuk ibadah dan area umum untuk pertemuan.
Adapun pekerjaan konstruksi ini dimulai setelah 10 tahun perencanaan. Proyek tersebut diperkirakan akan selesai dalam waktu empat tahun dan memakan anggaran sebanyak 47,3 juta euro. Anggara berasal dari pemerintah Jerman yang memberikan kontribusi sebesar 20 juta euro, kota Berlin 10 juta euro dan sisanya akan datang dari kontributor lain, termasuk sumbangan dari luar negeri.
(wk/zodi)