Hal itu bermula ketika seorang ahli kelautan mikroba dari Institut Ilmu Kelautan Universitas Filipina Dr Deo Florence Onda mencoba mencari misteri di bagian laut terdalam.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 29 Mei 2021 - 13:01 WIB
WowKeren - Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah plastik memang masih menjadi PR untuk saat ini. Pasalnya, plastik tak hanya ditemukan di daratan namun juga tak sedikit yang didapati mengapung di permukaan laut.
Bahkan, sampah plastik rupanya sudah sampai ke bagian terdalam laut. Hal itu bermula ketika seorang ahli kelautan mikroba dari Institut Ilmu Kelautan Universitas Filipina Dr Deo Florence Onda mencoba mencari misteri di bagian laut terdalam.
Kala itu ia menyelam ke Emden Deep, bagian dari Palung Filipina, adalah salah satu perbatasan terakhir Bumi, yang merupakan bagian yang belum dijelajahi dari salah satu dasar laut tertua di dunia. Ilmuwan berusia 33 tahun tersebut bersama penjelajah Amerika Victor Vescovo dari Caladan Oceanic, sebuah organisasi swasta yang berdedikasi untuk memajukan teknologi bawah laut, turun dan menjelajahi palung tersebut.
Penjelajahan yang dilakukan pada bulan Maret itu memakan waktu 12 jam. Menyelam ke kedalaman lebih dari 10.000 meter di palung terdalam ketiga di bumi, ia berharap melihat sekilas kehidupan di bawah laut yang gelap. Namun di luar ekspektasi, ia justru menemukan sesuatu yang familiar. Awalnya, ia mengira benda yang melayang di kegelapan laut tersebut adalah ubur-ubur.
"Ada satu adegan lucu saat kami menjelajahi daerah itu. Ada satu bahan putih yang melayang-layang," katanya menjelaskan. "Saya mengatakan 'Victor, itu ubur-ubur'. Kami pergi ke sana dan mendekat dan rupanya itu plastik."
Kabar buruknya, sampah itu tak hanya satu. Ada berbagai macam sampai yang rupanya sudah sampai ke palung laut terdalam ketiga di dunia itu sebelum dirinya.
"Satu-satunya hal yang tidak biasa adalah sampah. Ada banyak sampah di palung. Ada banyak plastik, celana, kemeja, boneka beruang, kemasan dan banyak kantong plastik," tambahnya. Untuk itu, ia berpesan kepada orang-orang untuk lebih memperhatikan kelestarian lingkungan, terutama jika berbicara mengenai sampah.
"Menjadi tanggung jawab saya untuk memberi tahu orang-orang," kata Onda. "Bahwa sampah mereka tidak tinggal di tempat mereka menaruhnya. Itu pergi ke tempat lain dan itu akan tenggelam."
(wk/zodi)