Jadi Kontroversi, Para Pemain Tegaskan Sinetron 'Zahra' Tidak Ajarkan Poligami
Instagram/indosiar
TV

Banyak dari warganet mengecam Indosiar lantaran menilai sinetron 'Zahra' mengajarkan tindakan poligami. Lantas kini para pemain buka suara untuk membantah tudingan tersebut.

WowKeren - Sinetron "Zahra" yang baru tayang di Indosiar sudah menyita perhatian publik. Baru beberapa episode, sinetron "Zahra" sudah mampu masuk dalam 10 besar di tangga rating.

Mega Series "Suara Hati Istri" ini berkisah tentang gadis yang rela menjadi istri ketiga. Yang mana sosok Zahra sendiri selaku pemeran utama di sinetron tersebut diperankan oleh aktris pendatang baru bernama Lea Ciarachel.

Hingga akhirnya sinetron tersebut menjadi kontroversi lantaran Lea Ciarachel diketahui masih berusia 15 tahun. Banyak dari warganet lantas mengecam Indosiar lantaran menilai sinetron tersebut mendukung tindakan pedofilia dan pernikahan di bawah umur hingga mendukung tindakan poligami.

Lantas belum lama ini para pemain sinetron "Zahra" pun buka suara untuk membantah tudingan kalau sinetron tersebut mengajarkan orang untuk berpoligami. Lea Ciarachel pun menceritakan bagaimana alur cerita di sinetron tersebut.

"Itu kan dia awalnya kayak remaja lainnya yang punya cita-cita, punya mimpi, dia pengen jadi dokter. Terus karena Zahra ini kan cantik ya, terus ada laki-laki yang terpana sama kecantikannya Zahra. Terus dia suka sama Zahra, terus mencoba cara apapun biar Zahra mau nikah sama laki-laki ini yang namanya pak Tirta," ungkap Lea Ciarachel.


Ia lantas menceritakan bahwa sinetron "Zahra" lebih mengajarkan kepada bagaimana kewajiban seorang laki-laki ketika memutuskan untuk berpoligami. Salah satunya seorang laki-laki harus bersikap adil kepada istri-istrinya.

"Utamanya itu tentang masalah keluarga, jadi emang diizinin buat berpoligami, tapi kita harus bener-bener adil sama istri-istri yang lain," paparnya. "Kalau misalnya kita gak adil, itu sakit hati banget istri-istrinya, jadi buat ngajarin orang-orang juga, kalau belum siap poligami jangan berpoligami."

Di sisi lain, Panji Saputra selaku pemeran Pak Tirta di sinetron tersebut juga membantah tudingan kalau sinetron "Zahra" mengajarkan poligami. Melainkan lebih kepada mengajarkan bagaimana sikap seorang laki-laki sebagai kepala rumah tangga.

"Bukan mengajarkan untuk mencari istri ketiga ya. Tapi bagaimana seorang laki-laki itu tidak bisa diatur-atur. Ya dominasi dari kekayaan lah, kariernya, semuanya diatur oleh si Tirta ini. Jadi sinetron ini bukan mengajarkan kita cari istri ketiga, tapi bagaimana menguasakan laki-laki sebagai kepala rumah tangga, harus dia yang ngatur," terangnya.

(wk/lail)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!