Lockdown Total, Malaysia Pakai Drone Deteksi Suhu Tubuh Warga
Pexels/Sabel Blanco
Dunia
Pandemi Virus Corona

Jika drone mendeteksi seseorang dengan suhu lebih dari 37,5 derajat Celcius maka akan memancarkan lampu merah. Kemudian, petugas akan turun ke lapangan untuk mengidentifikasi.

WowKeren - Malaysia punya cara tersendiri untuk langkah pencegahan penyebaran pandemi yang kian meluas. Polisi di negara bagian Terengganu Malaysia menggunakan drone untuk mendeteksi suhu tubuh yang tinggi di antara orang-orang di tempat umum.

Langkah ini diambil saat negara tersebut menjalani penguncian nasional ketiga. Kepala polisi negara bagian Rohaimi Md Isa mengatakan jika drone mampu mendeteksi suhu manusia hingga ketinggian 20 meter.

Jika salah seorang di antara mereka rupanya terdeteksi memiliki suhu tubuh setinggi 37,5 derajat Celcius maka drone akan memancarkan lampu merah. Kemudian, petugas akan turun ke lapangan untuk melakukan identifikasi pada individu yang bersangkutan.

"Jika drone mendeteksi individu dengan suhu tubuh tinggi, seperti 37,5 derajat Celcius, maka akan memancarkan lampu merah," kata Rohaimi, Minggu (6/6). "Dan personel kami akan turun ke lokasi untuk mengidentifikasi individu yang bergejala."


Rohaimi mengatakan jika sudah ada lebih dari 150 tim pemantau yang dikerahkan. Namun, karena mereka harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain maka menyebabkan mereka tidak bisa memantau setiap lokasi secara bersamaan. Oleh sebab itu, kehadiran drone untuk mengecek suhu tubuh dianggap sangat membantu.

"Meskipun kami memiliki 157 tim pemantau prosedur operasi standar (SOP), mereka berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain," ujar Rohaimi. "Ini membuat mereka tidak bisa memantau setiap lokasi sekaligus, termasuk mendeteksi individu yang bergejala di tempat umum."

Drone, yang berbasis di Kuala Terengganu, dipinjamkan ke negara oleh perusahaan swasta untuk digunakan polisi selama pemberlakuan penguncian secara menyeluruh. Pada April tahun lalu, Polres Terengganu juga menggunakan drone untuk melacak pergerakan dan suhu tubuh warga di Dungun pada saat movement control order (MCO).

Malaysia saat ini berada di bawah kebijakan "lockdown total" dari 1 Juni hingga 14 Juni di tengah gelombang ketiga kasus COVID-19. Hingga Selasa (8/6) mengutip data situs Worldometers, Malaysia telah mencatat total 622.086 kasus COVID-19 dan 3.460 kematian sejak awal pandemi.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts