Diyakini Hamil 8 Janin, Wanita di Afrika Justru Lahirkan 10 Bayi
Unsplash/Jamie Coupaud
SerbaSerbi

Dokter awalnya meyakini wanita itu hamil dengan enam janin tetapi kemudian mendapati jika hasil scan melewatkan dua lainnya hingga kemudian melahirkan decuplet.

WowKeren - Teboho Tsotetsi dari Kotapraja Tembisa, Ekurhuleni, mengatakan istrinya, Gosiame Thamara Sithole, 37, melahirkan decuplet di rumah sakit Pretoria. Tsotetsi mengatakan dokter awalnya percaya Sithole hamil dengan enam janin tetapi mereka kemudian mendapati jika hasil scan melewatkan dua lainnya.

Baginya, cukup mengejutkan ketika dokter melakukan operasi caesar, istrinya rupanya melahirkan 10 bayi. Selain itu, masa kehamilan juga lebih singkat dari pada umumnya orang-orang. "Ini tujuh laki-laki dan tiga perempuan. Dia hamil tujuh bulan tujuh hari," kata Tsotetsi kepada Pretoria News.

Sementara itu, Sithole sendiri cukup kaget mendapati dirinya hamil. Pasangan itu sebelumnya mengatakan Sithole hamil tanpa perawatan kesuburan. Namun yang jelas, ia berharap agar dirinya dan bayinya diberi kesehatan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.


"Saya terkejut dengan kehamilan saya," kata Sithole ketika dia mengharapkan delapan bayi. "Saya hanya berdoa agar Tuhan membantu saya melahirkan semua anak saya dalam kondisi sehat, dan agar saya dan anak-anak saya lahir dengan selamat. Saya akan senang jika itu terjadi."

Sementara itu, Profesor Dini Mawela, wakil kepala sekolah kedokteran di Universitas Ilmu Kesehatan Sefako Makgatho, mengatakan jika sangat jarang ditemui wanita yang hamil dengan janin sebanyak itu namun tidak disertai dengan perawatan kesuburan. Menurutnya, bayi-bayi itu harus dirawat di inkubator selama beberapa minggu.

Sebab akibat tidak adanya ruang dalam rahim untuk jumlah janin sebanyak itu, kemungkinan bayi yang lahir ukurannya cenderung lebih kecil. Oleh sebab itu hal inilah yang mendorong untuk segera dilakukan operasi guna mengeluarkan bayi-bayi itu. Sebab jika tidak, justru akan berbahaya jika bayi-bayi itu semakin lama berada di dalam rahim.

"Bahayanya, karena tidak ada cukup ruang di dalam rahim untuk anak-anak, kecenderungannya adalah mereka akan menjadi kecil," kata Mawela. "Yang terjadi adalah mereka akan mengeluarkannya sebelum waktunya karena ada risiko jika mereka membiarkannya lebih lama di sana."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts