Tiket Olimpiade Tokyo Sudah Terjual Hampir 5 Juta: 42 Persen Kapasitas Maksimum
AP Photo
Dunia
Kontroversi Olimpiade Tokyo

Angka tersebut tak hanya mencakup tiket yang dijual untuk masyarakat umum, tetapi juga yang diperuntukkan bagi siswa SD dan SMP serta mereka yang terkait Olimpiade.

WowKeren - Sebanyak 4,8 juta tiket Olimpiade Tokyo sudah terjual, kata para pejabat dalam laporan tertanggal 11 Juni. Adapun jumlah itu mewakili 42 persen dari jumlah kapasitas maksimum yang telah ditentukan.

Angka tersebut tidak hanya mencakup tiket yang dijual untuk masyarakat umum, tetapi juga tiket yang diperuntukkan bagi siswa SD dan SMP serta mereka yang terkait dengan Olimpiade. Pejabat panitia penyelenggara mengatakan jika jumlah tiket yang disisihkan untuk mereka yang memiliki hubungan dengan Olimpiade, seperti sponsor perusahaan, telah dikurangi secara drastis.

Laporan terkait penjualan tiket ini disampaikan kepada para ahli yang sebelumnya telah memberikan nasihat kepada panitia penyelenggara terkait langkah-langkah untuk memerangi pandemi virus corona. Sementara itu, sekitar 4,45 juta tiket telah terjual ketika pemerintah memutuskan untuk menunda Olimpiade 2020 selama setahun. Sekitar 810.000 tiket dikembalikan dalam bentuk uang tahun lalu.


Sedangkan pada bulan Maret lalu ketika panitia mengumumkan tidak akan mengizinkan penonton dari luar negeri untuk hadir telah menyebabkan permintaan pengembalian uang untuk 630.000 tiket lebih. Selain masalah tiket, panitia penyelenggara juga mengungkapkan perkiraan lalu lintas pejalan kaki selama Olimpiade di pusat kota Tokyo.

Sebab diperkirakan jumlah pejalan kaki akan meningkat selama gelaran ajang olah bergengsi itu dan mencapai puncaknya pada 31 Juli. Sekitar 340.000 pejalan kaki diproyeksikan akan bergerak di sekitar pusat Tokyo. Jumlah itu termasuk 225.000 penonton dan 59.000 orang yang terkait dengan Olimpiade dari luar negeri.

Belum lama ini, Panitia Olimpiade Tokyo juga memberikan klarifikasi soal rencana menggunakan GPS sebagai langkah pencegahan virus corona. Langkah ini tidak dimaksudkan untuk memantau keberadaan orang-orang dari luar negeri secara real-time.

CEO Olimpiade Tokyo Toshiro Muto mengatakan bahwa langkah itu dilakukan dalam rangka untuk melacak dan mengonfirmasi pergerakan mereka jika infeksi dikonfirmasi. Setiap orang yang memasuki Jepang dari luar negeri akan diminta untuk menyerahkan rencana mereka selama 14 hari ke depan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts