Iran Nilai Kebijakan Israel Tak Akan Berubah Meski Benjamin Netanyahu Lengser Dari Kursi PM
Unsplash/ Taylor Brandon
Dunia

Pemerintah baru Israel dilantik pada Minggu (13/6) malam dan mulai bekerja Senin (14/6) pagi. Naftali Bennett menggantikan Benjamin Netanyahu yang telah 12 tahun menjabat sebagai Perdana Menteri Israel.

WowKeren - Israel menyambut era baru usai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang telah menjabat selama 12 tahun lengser pada Minggu (13/6). Pada hari itu, parlemen Israel menyetujui "pemerintah perubahan" baru yang dipimpin oleh nasionalis Naftali Bennett.

Meski pemerintahnya telah berganti, Iran tidak mengharapkan kebijakan luar negeri dan keamanan Israel dapat berubah.

"Musuh-musuh Iran telah pergi dan Iran yang kuat masih ada di sini," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, kepada kantor berita ISNA, Senin (14/6). "Saya tidak berpikir kebijakan Israel akan berubah dengan pemerintahan baru."

Sebagai informasi, pemerintah baru Israel dilantik pada Minggu malam dan mulai bekerja Senin pagi. Di bawah perjanjian koalisi, Bennett akan memegang jabatan PM Israel selama dua tahun pertama masa jabatan, dan kemudian jabatan tersebut akan dilanjutkan oleh Menteri Luar Negeri Yair Lapid.

Menurut anggota parlemen Likud, David Bitan, Netanyahu tidak mengadakan upacara serah terima dengan Bennett karena dia merasa "tertipu" oleh pembentukan pemerintahan Bennett-Lapid. Netanyahu juga disebut "tidak ingin memberikan legitimasi sedikit pun untuk masalah ini".


Sementara itu, ajudan Netanyahu, Topaz Luk, mengatakan kepada Radio Angkatan Darat bahwa mantan PM Israel tersebut akan "melawan pemerintah yang berbahaya dan mengerikan ini" sebagai pemimpin oposisi. "Dia penuh motivasi untuk menggulingkan pemerintah berbahaya ini sesegera mungkin," ujar Luk.

Meski demikian, para pemimpin dunia telah memberi selamat kepada Bennett atas jabatan barunya sebagai PM Israel. PM Inggris Boris Johnson memberikan ucapan selamat kepada Bennett melalui cuitan di akun Twitter resminya.

"Ini adalah waktu yang menyenangkan bagi Inggris dan Israel untuk terus bekerja sama untuk memajukan perdamaian dan kemakmuran bagi semua," cuit Johnson.

Sedangkan PM India Narendra Modi memberikan selamat kepada Bennett dalam cuitan berbahasa Ibrani. Sebagai informasi, PM Modi memiliki hubungan dekat dengan Netanyahu.

PM Modi berharap dapat bertemu dengan Bennett dan memperdalam hubungan strategis antara Israel dan India. Modi juga menyuarakan “pengakuannya yang mendalam” atas kepemimpinan Netanyahu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts