Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza Untuk Pertama Kalinya Pasca Gencatan Senjata
Unsplash/Taylor Brandon
Dunia

Militer Israel mengklaim serangan udara tersebut menyasar fasilitas yang digunakan oleh kelompok Hamas untuk merencanakan serangan. Masih belum ada laporan tentang korban dalam serangan udara tersebut.

WowKeren - Israel kembali melakukan serangkaian serangan udara di Jalur Gaza pada Rabu (16/6) pagi. Ini merupakan serangan udara pertama yang dilancarkan Israel usai persetujuan gencatan senjata bulan lalu.

Militer Israel mengklaim serangan udara tersebut menyasar fasilitas yang digunakan oleh kelompok Hamas untuk merencanakan serangan. Masih belum ada laporan tentang korban dalam serangan udara tersebut.

Serangan ini langsung menjadi topik perbincangan hangat di media sosial. Kata kunci "Gaza" masuk dalam jajaran trending topic Twitter Indonesia.

Trending Topic

Twitter

Pada Selasa (15/6) kemarin, sejumlah warga Palestina yang terkait dengan Hamas sempat meluncurkan beberapa balon api dari Gaza untuk membalas pawai ratusan ultranasionalis Israel di Yerusalem Timur. Menurut Departemen Pemadam Kebakaran Nasional Israel, aksi tersebut memicu setidaknya 10 kebakaran di Israel Selatan.


Dalam pawai yang bertujuan untuk memperingati penaklukan Israel atas Yerusalem Timur pada tahun 1967, sejumlah ultranasionalis Israel sempat terdengar meneriakkan "Matilah orang Arab" dan komentar anti-Arab lainnya. Pihak Palestina pun menganggap pawai tersebut sebagai salah satu bentuk provokasi.

Menjelang pawai tersebut, polisi Israel membersihkan area di depan Gerbang Damaskus, menutup jalan untuk lalu lintas, memerintahkan toko-toko untuk tutup dan mengusir pengunjuk rasa muda Palestina. Warga Palestina mengatakan ada lima orang yang terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel.

Pada tahun-tahun sebelumnya, pawai tersebut akan melewati Gerbang Damaskus dan masuk ke jantung Kawasan Muslim, yakni lingkungan Palestina yang ramai dengan jalan-jalan dan gang-gang sempit. Namun tahun ini pihak kepolisian mengubah rute pawai untuk menghindari Kawasan Muslim.

Israel sendiri diketahui baru saja mengangkat Naftali Bennett sebagai Perdana Menteri yang baru menggantikan Benjamin Netanyahu. Parade tersebut memberikan tantangan awal bagi Bennett.

Meski ada kekhawatiran pawai itu akan meningkatkan ketegangan antara Israel dan Palestina, membatalkan pawai justru akan membuat Bennett dan anggota koalisi sayap kanan lainnya mendapat kritik keras dari pihak yang melihatnya sebagai penyerahan kepada Hamas. Terkait sejumlah komentar anti-Arab yang muncul di pawai tersebut, Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid mengatakan bahwa mereka yang meneriakkan slogan-slogan rasis adalah "aib bagi rakyat Israel".

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts