Brisbane Laporkan Transmisi Tak Biasa COVID-19 Lewat Karantina Hotel, Jadi yang Pertama di Dunia?
pixabay.com/Engin_Akyurt
Dunia
Pandemi Virus Corona

Seorang wanita berusia 30-an yang tiba dari Portugal dinyatakan positif terpapar virus corona pada hari Sabtu (19/6). Sebelumnya, ia telah menjalani karantina selama 14 hari.

WowKeren - Brisbane mencatat fenomena penularan COVID-19 yang tak biasa. Kepala petugas medis negara itu mengatakan tampaknya penularan COVID-19 di seluruh hotel Brisbane bisa menjadi yang pertama.

Seorang wanita berusia 30-an yang tiba dari Portugal dinyatakan positif terpapar virus corona pada hari Sabtu (19/6). Sebelumnya, ia telah menjalani karantina selama 14 hari.

Di antara selang waktu saat dia meninggalkan hotel dan dihubungi tentang hasil positifnya, wanita tersebut menghabiskan empat jam di masyarakat. Pengurutan genom telah menghubungkan jenis virusnya dengan pramugari lain. Pramugari ini juga tiba di Brisbane namun dengan penerbangan yang sama sekali berbeda.

Keduanya sama-sama menginap di hotel itu namun di lantai yang berbeda. Baik pramugari yang pertama maupun kedua, sama-sama terinfeksi virus COVID-19 varian Alpha. Wanita itu telah diuji untuk COVID-19 tiga kali selama masa karantina.


"Ini tidak biasa. Di karantina hotel, penularan yang kami lihat adalah kamar yang sangat dekat dan di lantai yang sama" kata Paul. "Tetapi ada staf yang pindah dari lantai ke lantai."

Saat ini pihak terkait sedang melakukan investigasi untuk mengetahui bagaimana wanita itu tertular virus. Kepala petugas medis Paul Kelly mengatakan "penjelasan yang lebih logis" adalah bahwa seorang anggota staf bertindak sebagai perantara antara kedua kasus tersebut.

"Saya menduga ada hubungannya dengan pergerakan staf," ujarnya lagi. "Tampaknya transmisi itu dari lantai yang lebih tinggi ke lantai yang relatif rendah, itu akan menjadi yang pertama di dunia."

Menyikapi hal ini, semua staf hotel menjalani tes ulang sebagai langkah antisipasi. Kepala petugas kesehatan Queensland Dr Jeannette Young mengatakan dia "yakin" staf tidak terlibat dalam penularan karena mereka diuji "setiap shift". "Tidak diragukan lagi bahwa dia tertular di hotel, atau pada titik tertentu ketika dia melakukan kontak dengan orang itu," kata Dr Young.

Pada hari Senin (21/6) tercatat ada lima kasus yang terdeteksi di karantina hotel. Sedangkan total kasus aktif di negara bagian itu ada 32.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts