Percepat Inokulasi, Jepang Mulai Gencarkan Vaksinasi di Tempat Kerja dan Kampus
pexels.com/Nataliya Vaitkevich
Dunia
Vaksin COVID-19

Dengan semakin banyaknya perusahaan dan universitas yang bergabung dalam upaya ini, persentase pekerja dan generasi muda yang disuntik diharapkan akan meningkat pesat.

WowKeren - Jepang kian berupaya untuk memperluas cakupan vaksinasi terhadap warganya. Pada Senin (21/6), karyawan dan siswa di seluruh Jepang muncul di pusat vaksinasi yang didirikan di tempat kerja dan universitas.

Peluncuran vaksinasi dimulai di universitas di seluruh negeri pada hari itu. Sebelumnya, sudah ada sejumlah perusahaan yang telah memulai vaksinasi kepada para karyawannya.

Dengan semakin banyaknya perusahaan dan universitas yang bergabung dalam upaya tersebut, persentase pekerja dan generasi muda yang disuntik diharapkan akan meningkat pesat. Pada hari itu ada total 17 universitas nasional, negeri dan swasta yang memulai vaksinasi serentak.

Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan akan ada lebih banyak universitas yang akan bergabung dalam kampanye ini pekan ini. Di kampus Setagaya Nippon Sport Science University di Tokyo, siswa, guru, dan personel sekolah menerima inokulasi di stan yang didirikan di aula siswa sejak pagi hari di hari yang sama.


Sekitar 8.600 orang di kampus Tokyo memenuhi syarat untuk vaksinasi bersama dengan kampus di kota Yokohama. Meski demikian, Jepang juga tampaknya menghadapi permasalahan umum ketika ada warganya yang enggan divaksinasi. Sekitar 870 siswa telah menyatakan keengganannya untuk divaksinasi.

Bagi orang-orang yang ingin menerima suntikan, universitas berencana untuk memberikan suntikan pertama mereka pada bulan Juni. Sedangkan untuk suntikan kedua pada bulan Juli.

Meski begitu, kekhawatiran masih ada di antara para orang yang sudah divaksin. Eiko Hayashi, 53, seorang karyawan sebuah tempat makan dan minum mengatakan jika ia sebetulnya sedikit khawatir namun berharap jika vaksin bisa memberikan kebaikan.

"Saya satu-satunya orang yang memiliki pekerjaan pelayanan seperti itu di keluarga saya, dan saya memiliki kondisi yang mendasarinya karena tekanan darah tinggi," jelasnya. "Jadi saya merasa lega setelah saya divaksinasi."

Sebelumnya, Perdana Menteri Yoshihide Suga memberi isyarat bahwa semua penduduk yang ingin divaksinasi akan menerima suntikan mereka pada bulan November. Ia berjanji untuk menyelesaikan vaksinasi bagi 36 juta penduduknya yang berusia 65 tahun atau lebih pada akhir Juli.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts