Malaysia Buka Pendaftaran Vaksin untuk Anak Usia 12 Tahun ke Atas
Unsplash/Yusdi Hassan
Dunia
Vaksin COVID-19

Anak harus didampingi pendaftarnya pada saat janji temu vaksin dijadwalkan. Adapun merek vaksin yang digunakan adalah Comirnaty yang diproduksi oleh Pfizer-BioNTech.

WowKeren - Sejumlah negara telah memulai vaksinasi untuk warganya yang masih anak-anak. Salah satunya Malaysia.

Anak-anak di Malaysia yang berusia 12 tahun ke atas kini sudah bisa didaftarkan untuk mendapat vaksinasi. Kebijakan itu menyusul keputusan pemerintah baru-baru ini untuk menyetujui vaksinasi pada kategori usia tersebut.

Pemeriksaan dengan tab 'Vaksinasi Covid-19' MySejahtera menunjukkan bahwa orang tua sekarang dapat menambahkan anak-anak mereka sebagai tanggungan vaksin setelah memilih 'Anak' di bawah bidang 'Hubungan'. Setelah terdaftar sebagai tanggungan, individu tersebut tidak dapat didaftarkan pada akun MySejahtera yang berbeda.

Selain itu, ketentuan lainnya adalah bahwa anak yang dimaksud harus didampingi bersama dengan pendaftarnya pada saat janji temu vaksin dijadwalkan. Menteri Koordinator Program Nasional Imunisasi COVID-19 (NIP) Khairy Jamaluddin mengatakan Panitia Khusus Jaminan Akses Pasokan COVID-19 (JKJAV) akan bertemu minggu ini untuk menyempurnakan proses vaksinasi anak-anak berusia 12 tahun ke atas.


Adapun merek vaksin yang digunakan untuk anak-anak adalah vaksin Comirnaty yang diproduksi oleh Pfizer-BioNTech. Pekan lalu, Direktur Jenderal Kesehatan Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah mengumumkan bahwa vaksin Comirnaty telah disetujui untuk digunakan pada mereka yang berusia 12 tahun ke atas.

Langkah untuk mengizinkan vaksinasi untuk anak-anak di atas 12 tahun datang ketika pemerintah meningkatkan tingkat vaksinasi secara nasional. Hal ini tak lepas dari Fase Tiga NIP yang dimulai hari ini.

Yang mana, momen ini juga bertepatan dengan pembukaan Pusat Vaksinasi Bukit Jalil Mega COVID-19. Pusat vaksinasi ini memiliki kapasitas hingga 10.000 dosis per hari.

Sementara itu, pemerintah Malaysia sendiri saat ini sedang dalam pembahasan dengan Singapura untuk mengizinkan warganya pergi ke sana dengan syarat khusus. Khairy mengatakan rencana itu akan melibatkan penggunaan aplikasi MySejahtera untuk mengecek warga tersebut benar-benar sudah mendapatkan vaksinasi secara penuh. Tak hanya untuk Singapura, namun juga sejumlah negara lain.

Pembicaraan rencana ini hampir selesai dengan Singapura. "Pembicaraan kami dengan Singapura hampir selesai untuk pengakuan paspor vaksinasi," ujarnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts