India Uji Terbangkan Drone Jarak Jauh untuk Pengiriman Vaksin COVID-19
pixabay.com/nonmisvegliate
Dunia
Vaksin COVID-19

Penggunaan drone yang lebih luas diharapkan bisa menjadi terobosan lebih baik untuk layanan medis di daerah pedesaan yang sulit dijangkau di negara Asia Selatan

WowKeren - India tengah berupaya untuk memperluas jangkauan vaksin mereka, terutama ke daerah terpencil. Sebuah perusahaan penerbangan di negara itu telah melakukan tes pertama pengiriman drone jarak jauh untuk mendukung upaya ini.

Di daerah pedesaan yang sulit dijangkau, umumnya layanan kesehatan juga sulit didapat. Begitu juga dengan akses jalan yang buruk. Sehingga penggunaan drone yang lebih luas diharapkan bisa menjadi pengubah permainan untuk layanan medis di daerah pedesaan yang sulit dijangkau di negara Asia Selatan tersebut.

Adalah Throttle Aerospace Systems, satu di antara 20 organisasi yang diberikan izin oleh pemerintah untuk melakukan penerbangan eksperimental di luar batas 450 meter saat ini. Adapun izin itu diberikan sejak Mei lalu.

Pada hari Senin (21/6) mereka melakukan uji coba pada dua drone. Satu yang dapat membawa hingga satu kilogram untuk 20 kilometer atau hampir satu jam, dan satu lagi yang dapat mengangkat dua kilo untuk 15 kilometer. Pengujian dilakukan di negara bagian selatan Karnataka.


"Obat-obatan dijadikan sebagai muatan di sini," kata salah satu pendiri Throttle, Mr Sebastian Anto, kepada AFP. "Dan 2,5 kilometer ditempuh dalam tujuh menit untuk mengirimkan obat-obatan pada titik yang ditentukan dan drone kembali."

Pemerintah bulan ini juga mengundang tawaran dari operator drone untuk membantu menyiapkan proyek percontohan untuk pengiriman pasokan medis. Mereka berusaha untuk meningkatkan upaya vaksinasi virus corona yang belum maksimal.

Kepala epidemiologi Dewan Penelitian Medis India, Dr Samiran Panda, memberikan respons positif terkait upaya ini. Kepada surat kabar harian The Hindu ia mengatakan bahwa teknologi tersebut dapat membantu vaksinasi kelompok prioritas di tempat-tempat yang sulit dijangkau. "Kami membutuhkan vaksinasi cerdas daripada vaksinasi massal untuk membendung epidemi," ujarnya.

"Di mana dibutuhkan beberapa jam untuk menempuh jarak 20-30 kilometer melalui jalan darat," kata salah satu pendiri kelompok lobi Federasi Drone India, Vipul Singh kepada AFP. "Drone dapat menempuh jarak itu dalam 10 hingga 15 menit."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts