WHO: Korea Utara Laporkan Kasus 'Mirip Flu dan Infeksi Pernapasan Akut Parah'
pixabay.com/David_Peterson
Dunia

Diketahui, Korea Utara mengklaim bahwa negara itu bebas corona. Namun, terdapat kemungkinan negara itu telah menguji sejumlah kecil orang yang mungkin menunjukkan gejala COVID-19

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Korea Utara telah melaporkan lusinan kasus mirip flu dan bahkan "infeksi pernapasan akut yang parah." Sekitar 30.000 orang kemungkinan telah diuji sejak awal pandemi.

WHO mengatakan dalam "Laporan Situasi Mingguan COVID-19 Wilayah Asia Tenggara" terbaru bahwa negara yang terisolasi itu terus melaporkan "tidak ada kasus". WHO dan lembaga internasional lainnya dilarang mengakses langsung ke penduduk.

Diketahui, Korea Utara mengklaim bahwa negara itu bebas virus corona. Namun, terdapat kemungkinan negara itu telah menguji sejumlah kecil orang yang mungkin menunjukkan gejala COVID-19.

Menurut WHO, sebanyak 733 orang telah diuji selama rentang waktu 4 hingga 10 Juni. Sebanyak 30.348 orang telah diuji sejak awal pandemi.


Sementara itu di antara 733 orang yang diuji awal bulan ini, 149 orang menunjukkan "penyakit seperti influenza dan/atau infeksi pernapasan akut yang parah," kata WHO. Meski demikian, WHO tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kasus-kasus itu.

Korea Utara telah melarang semua pelancong dari luar. Setiap pengunjung yang diterima di negara tersebut diharuskan untuk menjalani karantina fasilitas selama 30 hari. Durasi ini jauh lebih lama dibanding kebijakan yang diambil negara-negara lainnya yang hanya mewajibkan periode karantina selama 14 hari.

Gavi, aliansi vaksin internasional untuk peningkatan imunisasi di negara-negara berpenghasilan rendah, mengatakan sedang bekerja dengan Pyongyang untuk mendistribusikan vaksin. Gavi adalah co-leader COVAX, fasilitas WHO untuk mempromosikan akses yang adil ke vaksin COVID-19.

Menurut COVAX, Korea Utara diperkirakan akan mengimpor 1.704.000 dosis vaksin COVID-19. Namun hingga kini WHO sendiri belum mengonfirmasi apakah vaksin COVID-19 telah dikirim ke Korea Utara.

Sementara itu belum lama ini, Presiden Korea Utara Kim Jong Un telah memerintahkan ribuan "ibu rumah tangga" untuk turun bekerja di sawah di Kabupaten Yonbaek. Dalam beberapa kasus, para ibu rumah tangga itu disebut diizinkan untuk membawa serta anak-anak mereka.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts