Ini Kondisi Presiden Kolombia Usai Helikopternya Ditembaki Peluru
Dunia

Selain Presiden, helikopter tersebut juga mengangkut Menteri Pertahanan Kolombia Diego Molano, Menteri Dalam Negeri Daniel Palacios, serta Gubernur Negara Bagian Norte de Santander, Silvano Serrano.

WowKeren - Helikopter yang ditumpangi Presiden Kolombia, Iván Duque, diserang di wilayah Catatumbo selatan yang berbatasan dengan Venezuela. Hal ini diungkapkan langsung oleh Presiden Duque pada Jumat (25/6).

Selain Presiden, helikopter tersebut juga mengangkut Menteri Pertahanan Kolombia Diego Molano, Menteri Dalam Negeri Daniel Palacios, serta Gubernur Negara Bagian Norte de Santander, Silvano Serrano. Para pejabat negara ini baru saja menghadiri acara bertajuk "Damai dengan Legalitas, Bab Catatumbo Berkelanjutan". Beruntung semua orang dalam helikopter tersebut berada dalam kondisi aman.

"Saya ingin menginformasikan kepada negara bahwa setelah memenuhi komitmen di Sardinata, di Catatumbo mendekati kota Kukuta, helikopter kepresidenan menjadi korban serangan," ujar Presiden Duque dalam sebuah pernyataan.

Menurut Presiden Duque, peralatan dan kemampuan helikopter yang ditumpanginya berhasil "mencegah terjadinya sesuatu yang mematikan". Pihak kepresidenan juga merilis video yang menunjukkan beberapa lubang peluru di helikopter Angkatan Udara Kolombia.


Presiden Duque menyatakan bahwa serangan tersebut tidak akan membuatnya berhenti memerangi perdagangan narkoba, terorisme, dan kejahatan terorganisir. "Pesannya adalah Kolombia selalu kuat dalam menghadapi kejahatan dan institusi kami berada di atas ancaman apa pun," tegasnya.

Adapun sang Presiden tidak mengungkapkan secara detail kapan serangan tersebut terjadi atau siapa pihak yang diduga berada di baliknya. Akan tetapi sejumlah kelompok bersenjata diketahui beroperasi di wilayah terjadinya serangan tersebut.

Diketahui, Kukuta yang menjadi tempat tujuan penerbangan rombongan Presiden Duque telah berada dalam status siaga keamanan pasca adanya serangan bom mobil di sebuah pangkalan militer pada 14 Juni lalu. Bom tersebut menyebabkan 36 orang cedera, baik anggota militer maupun warga sipil.

Otoritas Kolombia masih belum mengkonfirmasi pihak di balik serangan tersebut. Namun mereka mencurigai pembangkang dari gerilyawan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia atau dari Tentara Pembebasan Nasional. Pihak Tentara Pembebasan Nasional telah membantah keterlibatan dalam serangan tersebut.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait