WHO Sebut Kurangnya Stok Vaksin COVID-19 Di Negara Miskin Bentuk Ketidakadilan Dunia
Pxhere
Dunia

Vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu upaya yang tengah dilakukan oleh banyak negara di dunia dalam menghadapi pandemi. Akan tetapi, persediaan dosis vaksin tidak merata ke negara-negara miskin.

WowKeren - Vaksin COVID-19 menjadi sebuah kebutuhan yang paling utama dalam upaya menangani pandemi. Maka dari itu, negara di dunia saling berlomba-lomba untuk mendapatkan persediaan vaksin COVID-19.

Akan tetapi dalam persediaan stok vaksin COVID-19 ini tidak merata dengan adil. Banyak negara miskin yang tidak bisa mencukupi kebutuhan vaksin COVID-19 bagi warganya.

Tedros Adhanom Ghebreyesus selaku Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan kurangnya vaksin COVID-19 di negara-negara miskin sebagai bentuk ketidakadilan dunia. Selama ini WHO juga telah membantu menyusun kesepakatan untuk memasok hampir 2 miliar dosis vaksin COVID-19 ke negara-negara miskin selama tahun 2021, melalui skema COVAX.

Akan tetapi, belakangan ini pasokan vaksin COVID-19 melambat, bahkan benar-benar mengalami kekurangan. Hal ini disebabkan oleh adanya masalah produksi dari negara-negara produsen vaksin COVID-19.


Baru-baru ini, dalam sebuah konferensi pers, anggota tim senior WHO mendapatkan sebuah pertanyaan yang menyinggung kekhawatiran akan negara-negara yang mendapatkan vaksin melalui skema COVAX itu mungkin tidak mendistribusikan suntikan secara efisien.

Lebih lanjut, Bruce Aylward selaku penasihat senior Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa situasi dan kondisi saat ini sangat tidak relevan. Terlebih lagi, saat ini sudah tidak memiliki dosis vaksin COVID-19 untuk dibagikan.

"Situasinya saat ini mengerikan," terang Bruce. "Kami memiliki, melalui COVAX bulan ini, nol dosis vaksin AstraZeneca, nol dosis vaksin J&J ."

Kemudian, Mike Ryan selaku Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO juga mempermasalahkan tidak meratanya vaksin COVID-19. "Tingkat paternalisme, tingkat pola pikir kolonial yang mengatakan kami tidak dapat memberi Anda sesuatu karena kami takut Anda tidak akan menggunakannya, maksud saya serius? Di tengah pandemi," jelas Mike.

Adhanom menambahkan bahwa kurangnya ketersediaan vaksin COVID-19 ini menandakan kegagalan dari WHO sebagai komunitas global. "Kami mengulangi kesalahan yang sama seperti HIV AIDS, yang membutuhkan waktu 10 tahun untuk mencapai negara-negara berpenghasilan rendah," tandas Adhanom.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait