Gelombang Panas Tewaskan Ratusan Orang di AS-Kanada, Bak Buktikan 'Ramalan' PBB
PxHere
Dunia

Suhu di beberapa daerah Kanada dan Amerika Serikat bahkan mencapai hampir 50 derajat Celsius. Gelombang panas ekstrem ini dilaporkan terkait dengan ratusan kematian di sana.

WowKeren - Beberapa waktu lalu pakar iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB / UN) mengkhawatirkan gelombang panas bisa menjadi "agenda pembunuhan massal" selanjutnya setelah COVID-19. Dan kekhawatiran itu tampaknya mulai terbukti karena ratusan korban yang berjatuhan di Kanada sampai Amerika Serikat.

Seiring dengan negara-negara subtropis bagian utara memasuki musim panas, suhu pun mulai meningkat termasuk di Amerika Serikat dan Kanada. Yang tak disangka, suhu yang dicatatkan melonjak begitu tinggi dan kini berujung menewaskan sampai ratusan orang.

Lytton, British Columbia, Kanada melaporkan suhu pada Selasa (29/6) kemarin mencapai 49,6 derajat Celsius. Angka ini mengalahkan rekor tertinggi yang pernah dicapai pada 1937 silam.

Sedangkan di Portland, AS sempat mencatatkan suhu 47 derajat Celsius pada Minggu (28/6). Sementara Chelan County di bagian timur Seattle, AS melaporkan suhu udara yang sampai 48 derajat Celsius pada Selasa (29/6).

Suhu ini saja terasa mengerikan untuk penduduk negara tropis seperti Indonesia. Dan seperti diungkap pakar iklim PBB sebelumnya, suhu tinggi ini bisa mengakibatkan gagal organ dan tentu saja berujung kematian.


Negara bagian Oregon saja pada Rabu (30/6) kemarin melaporkan 63 kematian terkait gelombang panas. Multhomah County di Portland, AS juga melaporkan sampai 45 kematian sejak Jumat (26/6) yang kemudian dikaitkan dengan hipertermia alias suhu tubuh di atas batas normal toleransi.

Sedangkan bila dibandingkan, Oregon sepanjang 2017-2019 kemarin hanya mencatatkan 12 kasus serupa. Sedangkan situasi di British Columbia, Kanada lebih mengerikan lagi dengan catatan setidaknya 486 kematian mendadak selama 5 hari terakhir.

"Sangat benar jika krisis kesehatan saat ini adalah seberapa mematikannya gelombang panas ekstrem," terang Kepala Departemen Kesehatan Multhomah County, AS, Dr Jennifer Vines. "Seiring dengan musim panas kita yang semakin panas, saya menduga kita akan menghadapi krisis seperti ini lagi."

Klimatologis senior di Badan Lingkungan dan Perubahan Lingkungan Kanada, David Phillips, mengaku sangat terkejut dengan suhu yang dilaporkan beberapa waktu belakangan. "Di beberapa daerah, rekor suhu mereka sudah ditumbangkan. Ini benar-benar spektakuler, tidak pernah terjadi sebelumnya," ujar Phillips, dilansir dari Today Online, Kamis (1/7).

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau hingga Presiden AS Joe Biden ikut menyampaikan duka atas korban yang ditimbulkan gelombang panas ekstrem ini. "Sejujurnya kita sama-sama tahu gelombang panas ini bukan (ancaman) terakhir," kata Trudeau, merujuk pada banyaknya cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait