45 Orang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Militer di Filipina, 3 di Antaranya Warga Sipil
Dunia

Hampir 100 orang yang sebagian besar merupakan lulusan angkatan darat, berada di pesawat itu yang berusaha mendarat di pulau Jolo di provinsi Sulu sekitar tengah hari.

WowKeren - Sebuah insiden kecelakaan pesawat terjadi di Filipina. Sedikitnya 45 orang tewas ketika sebuah pesawat militer jatuh dan terbakar setelah kehilangan landasan pacu di bagian selatan negara itu pada Minggu (4/7).

Akibat insiden ini puluhan orang mengalami luka-luka. Hampir seratus orang yang sebagian besar merupakan lulusan angkatan darat, berada di pesawat angkut C-130 Hercules yang berusaha mendarat di pulau Jolo di provinsi Sulu sekitar tengah hari. Mereka dikerahkan ke pulau itu sebagai bagian dari satuan tugas gabungan memerangi terorisme.

Mayor Jenderal William Gonzales, komandan Satuan Tugas Gabungan-Sulu mengatakan jika sejumlah tentara terlihat melompat keluar sebelum pesawat menyentuh tanah dan meledak. Insiden ini disebut-sebut sebagai kecelakaan penerbangan militer yang paling mematikan di negara itu. Gonzales melalui pernyataannya meminta doa dari segenap warga untuk korban yang tewas dalam tragedi itu.

"Ini adalah hari yang menyedihkan namun  kami harus tetap berharap," kata Gonzales. "Kami meminta bangsa Filipina untuk berdoa bagi mereka yang terluka maupun yang tewas dalam tragedi ini."


Dari 45 orang yang tewas, 3 di antaranya adalah warga sipil.Sebanyak 49 personel militer dan empat warga sipil mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit.

Foto-foto lokasi kecelakaan yang dirilis oleh Satuan Tugas Gabungan-Sulu menunjukkan bagian ekor pesawat yang rusak dan puing-puing yang berasap dari bagian belakang badan pesawat tergeletak di dekat pohon kelapa. Puing-puing pesawat dilalap api dan kepulan asap hitam tebal membubung di atas rumah-rumah yang ada di dekat lokasi.

Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Cirilito Sobejana mengatakan jika pesawat tersebut membawa pasukan dari Cagayan de Oro di pulau selatan Mindanao. Pesawat itu "melewatkan landasan" saat mencoba mendarat di Jolo yang kemudian mencoba "mengembalikan tenaga tetapi tidak berhasil", ujarnya kepada media lokal.

Pesawat jatuh di dekat sebuah tambang di daerah berpenduduk sedikit, kata Letnan Satu Jerrica Angela Manongdo. Juru bicara angkatan udara Letnan Kolonel Maynard Mariano mengatakan penyebab kecelakaan itu akan diselidiki.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait