Selama setahun lebih wabah COVID-19, tidak sedikit yang menilai Presiden Joko Widodo terlalu mementingkan aspek ekonomi daripada kesehatan. Menko Luhut pun menjelaskan duduk perkaranya.
- Elvariza Opita
- Selasa, 06 Juli 2021 - 18:09 WIB
WowKeren - Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Luhut Binsar Pandjaitan menepis tudingan bahwa pemerintah hanya mementingkan perekonomian di tengah pandemi COVID-19. Tudingan ini sendiri muncul pasca Presiden Joko Widodo lagi-lagi menolak lockdown alias karantina wilayah dan memilih PPKM Darurat.
Luhut menjelaskan bahwa Jokowi bukannya tidak memedulikan aspek kesehatan daripada ekonomi. Malah Jokowi memikirkan efek kebijakan pembatasan kegiatan terhadap masyarakat kecil.
"Jadi kalau orang bilang, Presiden kenapa hanya bicara ekonomi?" ujar Luhut ketika diundang ke acara podcast Deddy Corbuzier, Selasa (6/7). "Bukan, Presiden bukan bicara ekonominya. Tapi rakyatnya itu lho, rakyat kecilnya."
Dijelaskan sang Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives), karantina wilayah akan sangat berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat kecil. "Kalau ini (pembatasan aktivitas) terjadi berlama-lama, yang menderita itu rakyat kecil," kata Luhut.
Perihal pengambilan keputusan dalam pengendalian wabah COVID-19 ini, ditegaskan Luhut, selalu diambil dengan penuh kehati-hatian dan mempertimbangkan semua aspek. Ia menekankan pula bahwa tidak bisa pengambilan keputusan hanya melihat dari satu sisi tanpa memedulikan dampaknya terhadap sisi yang lain.
Karena itulah, Luhut mengaku menyayangkan banyaknya anggapan bahwa Jokowi tak bisa mengambil keputusan dengan tegas. "Tapi kan orang selalu kaitkan, tidak berani membuat keputusan. Sebenarnya tidak. Presiden itu minta kita bicara supaya berimbang, itu nggak mudah," ujar Luhut.
Luhut juga menekankan, keberhasilan pengendalian pandemi COVID-19 bukan semata-mata bertumpu pada kebijakan yang diambil pemerintah. Yang menentukan adalah disiplin masyarakat dalam disiplin protokol kesehatan yang kurang bisa diterapkan masyarakat.
Padahal, sebagai mantan pasukan elit TNI, Luhut menilai pandemi COVID-19 benar-benar musuh yang tidak bisa diduga. "Ini barang (COVID-19) enggak ada yang bisa duga. Ini kita enggak tahu musuh kita dari mana, kapan (menyerang), di setiap tempat pasti ada," pungkasnya.
(wk/elva)