Lonjakan COVID-19 Bikin RS Kewalahan, Malaysia Khawatir Sistem Kesehatan Lumpuh
AFP
Dunia

Menurut data Kementerian Kesehatan yang dirilis pada hari rabu (7/7), rumah sakit di ibu kota negara, Selangor, Negri Sembilan, dan Labuan telah melampaui batas maksimal.

WowKeren - Kasus COVID-19 di Malaysia belum memunculkan tanda-tanda akan membaik. Direktur Jenderal Kesehatan Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah bahkan memperingatkan jika lonjakan kasus yang kian marak bisa melumpuhkan sistem kesehatan di sana.

Menurut data Kementerian Kesehatan yang dirilis pada hari rabu (7/7), rumah sakit di ibu kota negara, Selangor, Negri Sembilan, dan Labuan telah melampaui batas maksimal dalam merawat pasien. Noor Hisham mengatakan keempat negara bagian itu menunjukkan rata-rata lebih dari 37 kasus COVID-19 setiap hari per 100.000 dan rata-rata peningkatan 2,6 persen selama seminggu terakhir.

"Kasus harian baru yang dilaporkan tidak menunjukkan tanda-tanda pengurangan," ujarnya. "Dan bahkan kasus meningkat rata-rata 2,6 persen selama tujuh hari terakhir."

Lebih jauh, ia mengatakan jika kondisi semacam ini terus berlanjut maka bisa-bisa akan melumpuhkan sistem kesehatan di sana. Dalam skenario terburuk, sistem kesehatan yang lumpuh bisa saja terjadi di seluruh bagian negeri.


"Jika situasi ini terus berlanjut, sistem kesehatan di negara-negara bagian itu akan lumpuh," sambung Noor Hisham. "Dan pada gilirannya situasi serupa di seluruh negara kemungkinan akan terjadi."

Mengutip data resmi, dia mengatakan rata-rata kasus harian nasional COVID-19 di angka 6.539 jauh dari target 4.000 per hari untuk Rencana Pemulihan Nasional. "Nilai ambang batas 4.000 kasus baru setiap hari ditetapkan berdasarkan kapasitas rumah sakit untuk menangani situasi yang tidak terduga, tingkat penerimaan kasus ke bangsal dan tingkat pemulangan kasus saat ini," tambahnya.

Saat ini jumlah pasien COVID-19 yang masuk ke ruang ICU juga masih tinggi. Total tingkat hunian tempat tidur ICU masih melebihi 90 persen.

Situasi ini diperburuk dengan kondisi tenaga medis dan tim kesehatan garis depan yang menderita "kelelahan" karena mereka harus berjuang untuk menangani begitu banyak kasus COVID-19 dalam jangka waktu yang lama. Untuk mengatasi situasi kritis ini, Kemenkes telah mengubah beberapa rumah sakit di Lembah Klang menjadi rumah sakit penuh COVID-19.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait