Menko Marives Luhut menyampaikan bahwa pemerintah akan 'jemput bola' dalam melaksanakan vaksinasi COVID-19 di kawasan pinggiran Kota/Kabupaten yang belum terakses.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 13 Juli 2021 - 10:56 WIB
WowKeren - Pemerintah saat ini tengah melakukan percepatan vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat Indonesia. Hal ini dilakukan pemerintah dengan tujuan agar bisa secepatnya mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity.
Dalam percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah, pihaknya juga melakukan "jemput bola" yakni dengan mendatangi sasaran yang akan divaksin COVID-19. Adapun sasaran yang dimaksud adalah masyarakat yang berada di kawasan pinggiran kota atau marginal dan selama ini belum tersentuh akses vaksinasi COVID-19.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa stok vaksin COVID-19 di bulan Juli lebih banyak dari perkiraan awal. Pada rencana awal, Indonesia menyediakan pasokan sebanyak 31 juta dosis, akan tetapi meningkat menjadi 45 juta dosis vaksin COVID-19.
"Vaksin ini, karena jumlah vaksin tadinya 31 juta untuk bulan ini, karena ada sumbangan-sumbangan dari berbagai negara jadi 45 juta lebih hanya bulan ini," ungkap Luhut dalam keterangan pers, Senin (12/7).
Luhut mengatakan bahwa dalam menyalurkan vaksin COVID-19 di bulan Juli ke wilayah pinggiran kota yang belum tersentuh vaksinasi, pihaknya turut menggandeng TNI-Polri dan Dinas Kesehatan (Dinkes) masing-masing Kabupaten/Kota. Adapun vaksinasi COVID-19 nantinya dilakukan secara berkeliling.
"Kami sepakat akan peningkatan vaksinasi dilakukan oleh TNI-Polri dan Dinkes, langsung ke daerah-daerah marginal," lanjutnya. "Jadi pinggiran-pinggiran Kota, langsung tim akan menyuntikkan di sana, dan itu saya kira bisa berjalan minggu ini."
Sebagai informasi, Indonesia telah kembali kedatangan pasokan vaksin COVID-19 pada Senin (12/7), sebanyak 10 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac. Dengan kedatangan vaksin tersebut, maka Indonesia telah mendapatkan vaksin COVID-19 sampai saat ini adalah 132,7 juta dosis vaksin, baik bahan baku maupun jadi.
Adapun rincian vaksin COVID-19 yang telah diterima Indonesia adalah sebagai berikut Sinovac sebanyak 118,5 juta dosis, dengan sebagian besar bulk. Kemudian, AstraZeneca dari COVAX Facility sebanyak 8,2 juta dosis, Sinopharm sebanyak 2 juta dosis, 500 ribu di antaranya pemberian dari Uni Emirat Arab.
Selanjutnya, ada juga AstraZeneca dari pemberian Jepang sebanyak 998,4 ribu dosis. Yang terakhir adalah Moderna dari Amerika Serikat (AS) sebanyak 3 juta dosis.
(wk/tiar)