Presiden Haiti meninggal tertembak di kediamannya. Hal ini membuat pemerintah Haiti meminta bantuan kepada pasukan militer Amerika Serikat (AS) untuk membantunya dalam investigasi.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 13 Juli 2021 - 15:59 WIB
WowKeren - Belakangan ini, Haiti tengah mengalami kekacauan politik, bahkan hingga menewaskan Presidennya Jovenel Moise. Kini pelaku pembunuhan Jovenel telah ditangkap oleh pihak kepolisian Haiti.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) kini tengah mempertimbangkan permintaan dari pihak Haiti untuk mengirimkan pasukan ke negara tersebut. Jen Psaki selaku Sekretaris Gedung Putih menyampaikan dalam sebuah konferensi pers bahwa Presiden Joe Biden saat ini masih meninjau kemungkinan pengiriman pasukan ke Haiti usai pemerintah meminta bantuan keamanan dan investigasi. "Masih dalam pengkajian," tutur Psaki.
Selanjutnya, John Kirby selaku Juru Bicara (Jubir) Pentagon mengkonfirmasi bahwa selama pengarahan rutin, Departemen Pertahanan pada Senin (12/7) malam, tengah mendiskusikan permintaan pemerintah Haiti dengan hati-hati.
"Kami sedang meninjaunya seperti kami akan meninjau setiap permintaan bantuan militer AS," terang Kirby. "Jika dan ketika ada keputusan untuk berbicara dengan Anda tentang itu, kami pasti akan melakukannya."
Delegasi pejabat dari Dewan Keamanan Nasional dan Departemen Kehakiman dan Keamanan Dalam Negeri meski sebagian besar dari FBI, dikirimkan pada Minggu (11/7). Hal ini dilakukan sebagai tanggapan atas permintaan bantuan pemerintah Haiti.
Kemudian, pada Senin (12/7) kemarin, mereka kembali ke AS dan Departemen Kehakiman menegaskan bahwa pihaknya akan membantu penyelidikan kriminal dan khususnya menyelidiki apakah ada pelanggaran hukum pidana AS sehubungan dengan masalah tersebut. Penilaian awal telah dilakukan di Haiti oleh pejabat senior AS.
Hal itu diungkapkan oleh Anthony Coley selaku Jubir Departemen tersebut. "Departemen akan terus mendukung pemerintah Haiti dalam meninjau fakta dan keadaan seputar serangan keji ini," papar Coley.
Lebih lanjut, Psaki mengatakan bahwa delegasi tersebut telah memberitahu situasi dan kondisi Haiti kepada Biden. Menurutnya, kondisi di Haiti saat ini akan membuat masa depannya suram.
"Yang jelas, dari perjalanan mereka adalah ada ketidakjelasan tentang masa depan kepemimpinan politik," beber Psaki. "Itu adalah langkah penting bahwa rakyat Haiti, para pemimpin pemerintah Haiti yang berbeda, perlu bekerja sama untuk menentukan jalan bersatu ke depan."
"Kami akan tetap terlibat secara mendalam, seperti yang telah kami lakukan selama berbulan-bulan sebelum pembunuhan itu, dengan individu-individu di Haiti untuk memberikan bantuan ke depan," tandas Psaki.
(wk/tiar)