Presiden Madagaskar Berhasil Lolos dari Upaya Pembunuhan
Dunia

Sebelumnya saat perayaan Hari Kemerdekaan, pasukan bersenjata negara itu mengumumkan berhasil menggagalkan upaya pembunuhan yang menargetkan tangan kanan presiden.

WowKeren - Belum lama ini, dunia dikejutkan dengan pembunuhan sadis yang menewaskan presiden Haiti Jovenel Moise. Ia dibunuh ketika sekelompok pria bersenjata tak dikenal menyerangnya beserta istrinya di rumah mereka pada Selasa (6/7) tengah malam, yang membuat negara itu mengumumkan status darurat setelahnya.

Kekinian, upaya pembunuhan yang menargetkan kepala negara kembali terjadi. Kali ini terjadi di Madagaskar. Beruntung, upaya tersebut berhasil digagalkan.

Jaksa agung negara itu mengatakan bahwa di antara mereka ada yang merupakan warga negara asing. Pihak berwenang di Madagaskar mengatakan beberapa tersangka "asing dan orang Malagasi" ditangkap atas dugaan rencana pembunuhan Presiden Andry Rajoelina.

Pada Kamis (22/7), jaksa agung Berthine Razafiarivony mengatakan penangkapan tersebut dilakukan pada hari Selasa (20/7). Adapun penangkapan ini merupakan bagian dari penyelidikan "terhadap serangan terhadap keamanan negara".


Jaksa agung menambahkan bahwa plot rencana tersebut juga mencakup upaya "pembunuhan dan netralisasi" tokoh politik senior selain presiden. Beruntung, upaya ini juga berhasil digagalkan.

Meski demikian, masih belum ada kejelasan mengenai sejauh mana rencana tersebut telah dijalankan. Begitu pula dengan kewarganegaraan pada tersangka asing yang berhasil diamankan tersebut.

Sebelumnya pada 26 Juni lalu, bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan negara itu, pasukan bersenjata atau gendarmeri mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menggagalkan upaya pembunuhan terhadap bos mereka, Jenderal Richard Ravalomanana. Ravalomanana adalah tangan kanan presiden.

Sementara itu, Rajoelina dilantik sebagai presiden Madagaskar pada 2019 setelah pemilihan yang diwarnai dengan tuduhan penipuan dan tantangan pengadilan konstitusi dari saingan utamanya dan pendahulunya, Marc Ravalomanana. Ia pertama kali merebut kekuasaan pada Maret 2009 dari Ravalomanana dengan dukungan militer.

Madagaskar telah memperoleh kemerdekaan dari Prancis pada tahun 1960 silam. Namun sayangnya sejak saat itu, negara bekas jajahan tersebut mencatat sejarah panjang kudeta dan kerusuhan. Selain menghadapi kondisi pandemi COVID-19, negara ini juga mengalami masalah kelaparan di wilayahnya bagian selatan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts