Ratusan Ribu Pekerja Diisolasi, Rantai Pasokan Makanan Inggris Terancam
Pixabay
Dunia
Pandemi Virus Corona

Menanggapi laporan rak supermarket kosong di beberapa daerah, Sekretaris Bisnis Kwasi Kwarteng buka suara. Ia mengatakan pemerintah prihatin dengan situasi ini.

WowKeren - Aplikasi kesehatan Inggris mengumumkan bahwa sebanyak ratusan ribu pekerja tengah mengisolasi diri mereka setelah kontak dengan seseorang dengan COVID-19. Hal ini menyebabkan terganggunya rantai pasokan di Inggris.

Pada Kamis (22/7), surat kabar memuat gambar halaman depan rak kosong di supermarket. Para pembeli juga menyoroti kurangnya produk tertentu di toko-toko di seluruh negeri dan mengunggahnya ke media sosial.

Menanggapi laporan rak supermarket kosong di beberapa daerah, Sekretaris Bisnis Kwasi Kwarteng mengatakan kepada Sky News bahwa pemerintah "sangat prihatin dengan situasi ini". Komentar ini muncul setelah banyak pelaku bisnis memperingatkan jika situasi menjadi kian serius.

Banyaknya jumlah pekerja yang terisolasi menyebabkan rantai pasokan terganggu, yang disebut sebagai "pingdemic" di Inggris. Disebut demikian lantaran ketika tingkat infeksi melonjak, ratusan ribu orang telah "di-ping" oleh aplikasi Layanan Kesehatan Nasional (NHS).

Ping ini memberitahu mereka agar mengisolasi diri selama 10 hari setelah melakukan kontak erat dengan pasien positif COVID-19. Data resmi pada Kamis (22/7) menunjukkan bahwa hampir 620.000 orang di Inggris dan Wales telah diperintahkan untuk melakukan isolasi hingga 14 Juli mendatang.


Peringatan aplikasi tersebut juga telah menyebabkan gangguan besar pada sektor perhotelan, manufaktur, dan media. Langkah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk melonggarkan lockdown harus ternoda dengan banyaknya orang yang sekarang melakukan isolasi.

Grup supermarket Islandia mengumumkan bahwa mereka telah menutup sejumlah toko lantaran kurangnya staf. Sebuah badan industri daging memperingatkan bahwa rantai pasokan makanan Inggris tengah berada di ambang kegagalan. Ketidakhadiran terkait COVID-19 memperparah masalah kekurangan tenaga kerja.

"Kami memiliki masalah struktural dengan pengemudi HGV (kendaraan barang berat) karena berbagai alasan," kata Managing Director Richard Walker kepada ITV. "Tetapi tentu saja 'pingdemic' telah memperburuknya."

Andrew Opie, direktur makanan dan keberlanjutan di kelompok lobi industri, Konsorsium Ritel Inggris mengatakan agar pemerintah mengizinkan para karyawan bekerja. Sebab, pekerja ritel dan pemasok memainkan peran penting selama pandemi.

"Harus diizinkan bekerja," ujarnya. "Asalkan mereka divaksin ganda atau menunjukkan hasil tes COVID-19 negatif untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh makanan dan barang lainnya."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts