Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 Turut Dihadiri Refugee Olympic Team, Siapa Mereka?
Twitter/Tokyo2020
Dunia
Olimpiade Tokyo

Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, tetap berlangsung khidmat meski diadakan di tengah pandemi COVID-19. Ribuan atlet tampak antusias menyambut pagelaran olahraga akbar dunia itu.

WowKeren - Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 telah berlangsung pada Jumat (23/7) sore tadi. Acara itu pun berlangsung dengan khidmat, meski tanpa dihadiri oleh penonton.

Hal itu dikarenakan pagelaran akbar olahraga tersebut digelar di tengah pandemi COVID-19. Maka dari itu, Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 digelar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Selain itu, dalam Upacara Pembukaan itu ada hal yang menarik perhatian yakni dihadiri oleh Refugee Olympic Team atau Tim Atlet Pengungsi di urutan kedua setelah Yunani. Dalam sejarah, Yunani merupakan kontingen terdepan di setiap acara pembukaan Olimpiade. Hal ini berkaitan dengan status Yunani sebagai tempat kelahiran Olimpiade.

Bendera Yunani masuk sebagai yang pertama di setiap Olimpiade musim panas dan dingin. Sama halnya dengan yang terjadi dalam Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, kontingen kedua yang menyusul Yunani bukan lah negara, tetapi mereka para atlet yang tergabung dalam Tim Atlet Pengungsi.


Keikutsertaan Refugee Olympic Team itu merupakan kali kedua kontingen tersebut turut berpartisipasi di Olimpiade sejak Olimpiade Rio 2016 silam. Pada kesempatan kali ini, diketahui ada sekitar 29 atlet yang mengikuti Olimpiade Tokyo 2020. Adapun Tim Atlet Pengungsi ini berasal dari 11 negara dan berlatih di 13 negara berbeda.

Kehadiran dan keikutsertaan Tim Atlet Pengungsi ini dicetuskan oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada 2015, yang kala itu menyisihkan Dana Darurat Pengungsi senilai USD 1,9 juta (setara Rp27,5 miliar). Kemudian, dana tersebut disalurkan kepada lembaga yang membantu integrasi para atlet pengungsi.

"Ini akan menjadi simbol harapan bagi semua pengungsi di dunia, dan akan membuat dunia lebih sadar akan besarnya krisis ini," tutur Thomas Bach selaku Presiden IOC. "Ini juga merupakan sinyal kepada komunitas internasional bahwa pengungsi adalah sesama manusia dan merupakan pengayaan bagi masyarakat."

Keputusan untuk menghadirkan Tim Atlet Pengungsi dalam Olimpiade Tokyo 2020, dilakukan pada Oktober 2018. Adapun keputusan tersebut diikuti dengan tugas menetapkan dan menentukan identifikasi dan proses seleksi tim di Tokyo.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts