Siap 'Damai' dengan COVID-19, Singapura Akan Bagikan Alat Rapid Test ke Semua Rumah
Dunia
Pandemi Virus Corona

Singapura kembali ke rencana memperlakukan wabah COVID-19 seperti penyakit endemi dan akan transisi untuk 'berdamai'. Termasuk dengan membagikan alat rapid test antigen ke semua rumah.

WowKeren - Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung kembali menegaskan pentingnya upaya "berdamai" dengan wabah COVID-19. Seperti sering disampaikan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, wabah COVID-19 di masa depan kemungkinan akan menjadi penyakit endemi dan masyarakat harus mulai dipersiapkan untuk hidup berdampingan dengan virus Corona.

Ong pun menyampaikan hal ini, lagi, di pernyataan resminya pada Senin (26/7). Dengan demikian, perlakuan terhadap pasien COVID-19 pun akan serupa dengan bagaimana mereka menghadapi endemi flu.

Bukan tidak mungkin juga berbagai pelonggaran akan diterapkan karena pada dasarnya wabah ini akan dianggap serupa penyakit endemi biasa. Namun tetap saja, Ong mendorong masyarakat Singapura untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 supaya lebih terlindungi sehingga tingkat keterisian rumah sakit serta angka kematian akibat infeksi virus tetap terjaga.

Bahkan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Singapura meresponsnya dengan rencana membagikan alat rapid test antigen COVID-19 ke semua rumah tangga. Hal ini seperti diumumkan Wakil Ketua Satgas COVID-19 Singapura, Lawrence Wong, kepada parlemen hari ini.


Alat rapid test antigen tersebut, tutur Wong, akan diprioritaskan distribusinya di kawasan yang dekat dengan pasar yang menjadi pusat klaster baru-baru ini. Lalu setelahnya distribusi alat tes akan diperluas, demikian dikutip dari Malay Mail.

"Tidak ada alasan untuk tidak menjalani tes. Sebab sekarang tes lebih mudah dijangkau dan dipakai," kata Wong yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan tersebut.

Menurutnya alat tes ini juga akan mudah dijumpai di toko-toko terdekat. Wong juga menegaskan pemerintah siap menggunakan metode tes COVID-19 lain seperti memeriksa dari limbah air rumah tangga hingga breathalyser yang akan diperbanyak di berbagai titik Singapura.

"Tes secara rutin, juga kesadaran diri untuk melakukannya, akan melindungi kita dan menjaga kita tetap aman di tengah upaya transisi ke new normal," pungkas Wong. Meski demikian, dituturkan Menkes Ong, sampai Minggu (25/7) kemarin, klaster COVID-19 terbesar dari KTV sudah menginfeksi hingga 237 orang.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts