Singapura Berencana Vaksinasi 80 Persen Warganya dan Buka Perjalanan Bebas Karantina pada September
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia

Setelah Singapura mencapai target 80 persen vaksin, rencananya adalah mengizinkan pelancong luar negeri yang divaksinasi penuh masuk tanpa menjalani karantina 14 hari.

WowKeren - Singapura berencana melakukan vaksinasi secara menyeluruh kepada 80 persen penduduknya. Selanjutnya, negara ini berniat untuk membuka kembali perjalanan bebas karantina mulai September mendatang.

Saat ini negara Asia Tenggara itu tengah mempercepat kampanye vaksinasi untuk mencapai targetnya dalam bulan depan. Para pejabat bersiap untuk membuka kembali negara itu dan bekerja untuk membangun koridor perjalanan dengan negara-negara yang memiliki tingkat infeksi COVID-19 yang rendah.

Menteri Keuangan Lawrence Wong mengatakan kepada Parlemen hari ini bahwa negara itu bertujuan untuk mencapai target 80 persen pada bulan September. "Sementara negara lain mungkin telah menerima tingkat tertentu kasus COVID-19 dan bahkan kematian, ini bukan pilihan yang ingin kami buat di Singapura," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tidak perlu menunggu semua orang untuk divaksinasi sebelum membuka diri. Sebab itu artinya sama saja akan menahan diri hingga akhir tahun.


"Pada saat yang sama, tidak perlu menunggu semua orang untuk divaksinasi sebelum kita mulai membuka diri," lanjutnya. "Itu berarti menahan seluruh jadwal pembukaan kembali sampai jauh di akhir tahun, yang tidak dapat dipertahankan."

Setelah Singapura mencapai target 80 persen vaksin, rencananya adalah mengizinkan pelancong luar negeri yang divaksinasi penuh memasuki Singapura tanpa menjalani karantina 14 hari. Negara ini juga tengah mencari opsi bagi mereka yang datang dari negara-negara dengan tingkat infeksi tinggi.

Untuk pendatang dengan infeksi tinggi ini, mereka telah membahas kemungkinan mengizinkan mereka untuk mengisolasi diri selama 7 hari di rumah. Bisa juga dengan menjalani rezim pengujian yang ketat daripada karantina.

Awalnya, Singapura berencana untuk memvaksinasi dua pertiga populasi sepenuhnya pada Hari Kemerdekaannya pada 9 Agustus. Namun sayangnya dengan lonjakan kasus COVID-19 baru-baru ini, negara itu mengubah rencananya, memperketat pembatasan untuk mengendalikan virus.

Sejak awal pandemi tahun lalu, Singapura telah melaporkan 64.314 kasus infeksi dan 37 kematian terkait virus corona. Gelombang paling parah memuncak pada pertengahan Mei 2020 dengan lebih dari 20.000 kasus aktif.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts