Bukan Olimpiade, Gubernur Malah 'Salahkan' Anak Muda Usai Kasus COVID-19 Tokyo Meroket
Dunia
Olimpiade Tokyo

Tokyo melaporkan rekor baru kasus COVID-19 harian yang mencapai lebih dari 3.000. Namun Gubernur Yuriko Koike menilai situasi ini terjadi bukan karena olimpiade.

WowKeren - Di tengah pelaksanaan Olimpiade Tokyo, kasus COVID-19 di Ibu Kota Jepang itu kembali meroket. Bahkan sampai membuat beberapa daerah sekitarnya mendesak untuk diberlakukan status darurat.

Namun Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, ternyata punya pandangan berbeda soal krisis kesehatan yang terjadi. Koike malah "menyalahkan" generasi muda di Tokyo dan mendesak mereka untuk segera mengikuti program vaksinasi COVID-`9.

"Sangat penting untuk menyegerakan vaksinasi COVID-19 di generasi muda dan paruh baya di Tokyo," ujar Koike dalam konferensi pers daringnya, Rabu (28/7). Selain itu, Koike juga mendesak warga untuk tidak banyak beraktivitas di luar ruangan selama Olimpiade Tokyo masih berlangsung.

Sebagai informasi, pada Rabu (28/7) hari ini Tokyo melaporkan 3.177 kasus COVID-19 baru. Angka ini melampaui rekor yang dicapai sehari sebelumnya, yakni 2.848, sedangkan angka tertinggi terdekat sebelumnya terjadi pada Januari 2021 dengan 2.520 kasus positif baru hanya di Tokyo.


Dan meski menjadi tuan rumah turnamen olahraga berskala besar, Tokyo tetap menerapkan status darurat. Tidak ada penonton yang diperbolehkan menyaksikan langsung di venue selama olimpiade berlangsung.

Koike mengungkap, pemerintah saat ini berupaya agar eksekusi vaksinasi COVID-19 bisa berlangsung dalam kecepatan tinggi. Karena itulah, ia mendesak warga, khususnya anak muda, agar segera vaksin sekaligus menjaga jarak aman demi mencegah penularan wabah yang lebih luas.

"Sementara sampai efek vaksinasi menjadi jelas dalam mengurangi angka kasus positif, kami meminta publik untuk bekerja sama dalam hal mencegah diri beraktivitas di luar rumah," ungkap Koike, dilansir dari UPI. "Tetap di rumah untuk menyemangati atlet yang berpartisipasi di Olimpiade."

Olimpiade Tokyo sudah berlangsung hampir sepekan lamanya. Olimpiade ini resmi dibuka pada Jumat (23/7) pekan lalu, dengan beberapa cabang olahraganya memulai fase penyisihan sejak Kamis (22/7).

Pelaksanaan olimpiade ini tentu saja menuai pro dan kontra karena dilakukan di tengah pandemi COVID-19. Namun selain COVID-19, cuaca ekstrem seperti badai hingga gelombang panas ikut mempersulit pelaksanaan olimpiade.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts