Ribuan Pramugari Akui Pernah Hadapi Penumpang Nakal, Sebagian Jadi Sasaran Insiden Fisik
pixabay.com/Ilustrasi/ThePixelman
Dunia

Survei mengatakan hampir 60 persen pramugari tidak hanya mengalami satu insiden namun lima. Sementara itu, 17 persen responden melaporkan bahwa insiden itu bersifat fisik.

WowKeren - Serikat pramugari terbesar di Amerika Serikat membunyikan alarm tentang semakin banyaknya penumpang yang sulit diatur. Delapan puluh lima persen dari hampir 5.000 AS pramugari Asosiasi Pramugari-CWA, AFL-CIO (AFA) yang disurvei mengatakan mereka pernah menangani penumpang yang nakal sepanjang tahun 2021.

Survei mengatakan hampir 60 persen pramugari mengatakan bahwa mereka tidak hanya mengalami satu insiden namun hingga lima kali. Sementara itu, 17 persen responden melaporkan bahwa insiden itu bersifat fisik.

Beberapa kelakuan "liar' pada penumpang misalnya mabuk dan kemudian secara verbal melecehkan mereka. Penumpang nakal juga bahkan mendorong mereka, menendang kursi, membuang sampah ke arah mereka dan mengotori toilet.

Lebih dari setengah pramugari melaporkan bahwa penumpang nakal menggunakan hinaan rasis, seksis dan/atau homofobia. Seorang pramugari dalam survei tersebut mengatakan mereka membutuhkan perlindungan agar dapat bekerja dengan aman.


"Saya telah dimarahi, dikutuk, dan diancam berkali-kali dalam setahun terakhir," tegas pramugari itu. "Dan sanksi yang paling banyak diberikan adalah penangguhan sementara perjalanan penumpang."

AFA melayangkan seruan pada Administrasi Penerbangan Federal (FAA) dan Departemen Kehakiman (DOJ) untuk "melindungi penumpang dan awak dari pelancong yang mengganggu, dan secara verbal dan fisik kasar." FAA sendiri masih menegakkan kebijakan toleransi nol untuk gangguan selama penerbangan yang dapat menyebabkan denda sebanyak 52.500 dolar dan hingga 20 tahun penjara.

Ketika ditanya apakah ada penumpang yang nakal telah membayar denda yang diusulkan FAA, Administrator FAA Steve Dickson pada akhir Mei tidak menjawab secara langsung. Ia mengatakan bahwa pemerintah masih dalam "tahap sangat awal" untuk menegakkan kebijakan tersebut.

71 persen pramugari yang disurvei di 30 maskapai mengatakan mereka "tidak menerima tindak lanjut" ketika mengajukan laporan insiden kepada manajemen maskapai. Sebagian besar dari mereka mengatakan "tidak mengamati upaya untuk mengatasi kenaikan penumpang nakal oleh atasan mereka." Dari 3.615 laporan penumpang nakal yang diterima FAA sejak Januari, sebagian besar, 2.666, melibatkan orang-orang yang menolak memakai masker.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts