Atlet Panahan Korsel Peraih Emas Dihujat Imbas Tampil Berambut Pendek di Olimpiade Tokyo
AFP/Adek Berry
Dunia
Olimpiade Tokyo

An San (20) menyumbangkan 2 medali emas di cabor panahan untuk Korea Selatan. Namun semua prestasi ini 'dihempas' karena An dianggap mendukung feminis imbas berambut pendek.

WowKeren - Prestasi An San (20) di Olimpiade Tokyo sejatinya tidak bisa dipandang sebelah mata. Atlet wanita untuk cabang olahraga panahan itu berhasil menyabet medali dua emas untuk negaranya, Korea Selatan, sekaligus memecahkan rekor yang sudah bertahan selama 25 tahun.

An mendapatkan dua medali emasnya di nomor tim wanita dan tim campuran. An mendapatkan total nilai 680 dari 720 yang sekaligus menjadi rekor baru sejak 1996.

Namun semua prestasi membanggakan ini malah membuat An dihujat massa, tepatnya warganet laki-laki di negaranya sendiri. Kantor berita Yonhap melaporkan bahwa warganet mendesak Asosiasi Panahan Korea Selatan dan An agar mengembalikan medali yang sudah diraih.

Warganet juga tidak segan menuliskan komentar jahat dan sumpah-serapah untuk An. Dan semua kebencian ini bermula dari gaya rambut An di Olimpiade Tokyo yang dipotong pendek menyerupai laki-laki dan dianggap warganet sebagai bentuk dukungan aksi feminis.


Tentu saja hujatan yang dialamatkan untuk atlet dengan segudang prestasi seperti An ini langsung diwarnai pro dan kontra. Umumnya yang membela An adalah aktivis wanita dan para legislator.

"Bahkan jika Anda memenangkan medali emas Olimpiade dengan kemampuan Anda sendiri (tidak akan berguna)," ujar legislator Jang Hye-yong pada Kamis (29/7) waktu setempat. "Selama paham seksisme tetap menjamur di lingkungan sosial kita, Anda akan tetap dikritik dan diminta mengembalikan medali Anda hanya karena Anda berambut pendek."

Bahkan prestasi Korea Selatan sebagai negara dengan panahan terbaik di dunia, Jang menilai tetap akan kalah oleh seksime yang sudah mengakar. Komentar serupa juga dilemparkan legislator Woo Won-shik yang menganggap hujatan warganet ini sebagai kriminal akibat kebencian.

"Mendefinisikan secara sepihak pemikiran (orang lain) berdasarkan penampilan atau asalnya dan menargetkan pemikiran tertentu untuk kritik tanpa pandang bulu merupakan kasus ekstrem ketidakberdayaan," tutur Woo. "Dan sama saja dengan kejahatan kebencian."

Asosiasi Panahan Korsel sendiri sudah menerima ribuan permintaan agar mereka melindungi An. Kampanye di media sosial juga tengah berlangsung, dengan ada sekitar 6.000 foto wanita berambut pendek diunggah untuk mendukung An, salah satunya oleh aktris Ku Hye Sun.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts