Sangat Menular, CDC AS Samakan COVID-19 Delta Seperti Cacar Air
AFP/JIJI
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengklaim bahwa virus Corona varian Delta sangat cepat menular, setara seperti pesatnya transmisi virus cacar air.

WowKeren - Virus Corona, selayaknya virus lain, mudah bermutasi dan membentuk varian baru yang patut diwaspadai. Varian Delta yang semula berkembang di India pun menjadi salah satu yang sangat dikhawatirkan perkembangannya, bahkan kini sudah mulai mendominasi kasus COVID-19 di beberapa negara termasuk Indonesia.

Amerika Serikat juga tengah berjuang menghadapi "ledakan" kasus COVID-19 terkait varian Delta yang memaksa Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) untuk mewajibkan kembali penerima vaksin mengenakan masker di dalam ruangan. Dan CDC sendiri bahkan menilai varian Corona Delta ini sangat menular selayaknya penyakit cacar air.

Pernyataan ini tertuang dalam dokumen internal CDC yang dilaporkan The New York Times. CDC juga menegaskan bahwa varian ini sangat berpotensi mewabah sekalipun sudah dilengkapi dengan proteksi berupa vaksin, yang kemudian menjadi alasan CDC mendorong pemakaian masker yang lebih intensif.


Meski demikian, mengutip Al Jazeera, CDC masih meyakini bahwa vaksin COVID-19 yang ada saat ini masih cukup efektif dalam mencegah gejala berat bila terinfeksi virus. Vaksin juga berguna unutk menurunkan tingkat keperluan perawatan di rumah sakit sampai kematian pasien COVID-19, demikian disampaikan pakar CDC.

Vaksin memang masih efektif, namun CDC mengingatkan bahwa varian Delta ini jauh lebih cepat menular daripada virus penyebab MERS dan SARS yang notabene "saudara tuanya". Virus Corona varian Delta juga jauh lebih cepat bertransmisi ketimbang Ebola, flu biasa, flu musiman, dan cacar smallpox.

"(Semua harus memahami bahwa) perang sudah berubah," tegas CDC dalam laporannya, merujuk pada tingkat kemudahan penularan virus Corona varian Delta yang lebih membahayakan. Bahkan meski sudah divaksin, seseorang sepertinya masih bisa terinfeksi virus Corona varian Delta dengan kondisi yang cukup mengkhawatirkan.

Hal ini seperti diungkap Direktur CDC, Rochelle Walensky, kepadaThe New York Times. Menurutnya, hasil riset menunjukkan seseorang yang sudah divaksin masih bisa terinfeksi virus Corona varian Delta, dan akan dijumpai kandungan virus yang tinggi di bagian hidung serta tenggorokan individu tersebut.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts