Suga BTS Sindir Industri K-Pop dan Cara Agensi Perlakukan Artis Seperti Produk
Selebriti

Dalam wawancara bersama Weverse Magazine, Suga berbicara tentang bagaimana industri musik Korea harus diperbaiki, terutama cara agensi memperlakukan artis-artisnya.

WowKeren - Weverse Magazine merilis wawancara dengan Suga yang membahas banyak hal tentang musik BTS (Bangtan Boys). Pemilik nama Min Yoongi itu juga berbicara tentang sistem industri K-Pop yang menurutnya harus diperbaiki.

Sebagai musisi, Suga telah mencapai sebagian besar hal yang ia impikan sejak debut. Karena BTS sering dijadikan standar, Suga diminta memberikan saran mengenai langkah yang harus diambil oleh artis-artis setelah mereka. Ia mengatakan bahwa sistem dan cara kerja di industri K-Pop harus diperbaiki.

"Cara artis bekerja tampaknya sangat sulit. Mereka tampil di acara musik yang berbeda setiap hari setelah periode promosi dimulai, yang berarti kelelahan yang dihadapi artis sangat besar, dan kelelahan itu sering mengakibatkan cedera seiring dengan bertambahnya jadwal mereka," kata Suga.

Idol sekaligus produser musik kelahiran 1993 itu melanjutkan, "Acara musik semacam itu untuk tujuan promosi, jadi artis tidak bisa mendapatkan penghasilan yang layak dari mereka. Selain itu, terlepas dari semua promosi, tidak ada hasil yang terlihat, jadi mereka pasti kehilangan semangat."

"Jika memungkinkan, akan menyenangkan untuk memiliki salah satu pertunjukan yang benar-benar berkualitas tinggi, meskipun hanya satu, tapi dalam lingkungan ini, aku akan mengatakan itu cukup sulit," lanjut Suga.

"Dan karena pekerjaan kami tidak sesuai dengan konsepsi umum tentang pekerjaan, ada batasan yang ambigu dalam hal perlindungan hukum juga. Kami membutuhkan banyak perbaikan yang harus dilakukan pada industri dan sistemnya," ungkapnya.


Industri musik K-Pop menuntut banyak hal sebagai jaminan untuk sukses. Namun kesuksesan sangat sulit untuk dicapai. Menurut Suga, BTS bisa sampai di posisi mereka saat ini karena HYBE (dulu Big Hit Entertainment) yang mendengarkan pendapat para artis. Ia juga "menyindir" agensi yang memperlakukan artis mereka sebagai produk.

"Hal hebat tentang label yang kuikuti adalah mereka mendengarkan pendapat para artis. Kupikir kami dan label tahu sampai tingkat tertentu kegiatan seperti apa yang paling baik secara komersial," kata Suga.

"Tapi pertanyaannya adalah apakah tubuh bisa menahannya atau tidak. Jika kelelahan bertambah saat kalian terus melakukan kegiatan promosi itu, sulit untuk melakukannya seperti yang kalian lakukan saat pertama kali debut. Dalam hal ini, kupikir label harus secara aktif mengakomodasi pandangan artis tentang apa yang bisa dan tidak bisa mereka lakukan."

"Sikap yang seperti, 'Oh, kami yang membuat kalian, dan selama kalian hanya melakukan apa yang kami perintahkan, semuanya akan berhasil, jadi lakukan saja.' Kupikir itu benar-benar tidak masuk akal. Tentu saja, masih ada situasi di mana label harus memaksa seperti itu, tentu saja."

"Tapi aku mendengar ada kalanya label hanya akan mengatakan, 'Lakukan,' tanpa penjelasan apa pun kepada artis, atau, 'Kenapa kamu banyak bicara?' Kupikir itu masalah terbesar dan itu menghancurkan industri. Jika kalian hanya melihat artis sebagai produk, bagaimana mereka bisa melakukan sesuatu yang kreatif?"

"Aku benar-benar berpikir itu sangat kontradiktif untuk meminta orang-orang di atas panggung untuk menampilkan pertunjukan yang menyenangkan ketika mereka tidak mengalami kesenangan atau kenikmatan," kata Suga terang-terangan.

(wk/chus)

You can share this post!

Related Posts