Batal Golden Slam, Petenis Novak Djokovic Malah Tinggalkan Olimpiade Tokyo Tanpa Medali
AP Photo/Seth Wenig
Dunia
Olimpiade Tokyo

Petenis Serbia Novak Djokovic mengincar gelar Golden Slam, yang hanya bisa diraih bila telah mendapat titel Grand Slam dan medali di Olimpiade Tokyo, namun ambisinya tumbang Sabtu (31/7).

WowKeren - Ambisi petenis kawakan dunia Novak Djokovic sejak tiba di Tokyo, Jepang sudah sangat jelas, yakni mengamankan medali emas. Djokovic yang telah mendapat Grand Slam, capaian ketika meraih titel pemenang di semua turnamen tenis dunia sepanjang tahun, mengincar kemenangan di Olimpiade Tokyo sehingga berpeluang meraih gelar langka Golden Slam.

Sayangnya ambisi petenis asal Serbia ini terhenti pada Sabtu (31/7). Bahkan Djokovic harus kembali ke Tanah Air-nya tanpa mendapatkan medali sama sekali.

Djokovic bertanding di nomor tunggal pria dan ganda campuran bersama atlet Nina Stojanovic. Namun akhirnya Djokovic tumbang di nomor tunggal putra setelah kalah dari petenis Spanyol, Pablo Carreno Busta, dan memutuskan untuk tidak meneruskan ke nomor ganda campuran karena cedera bahu.

"Saya tidak bermain (seperti biasanya) kemarin dan hari ini. Termasuk disebabkan kelelahan, mental dan fisik," ujar Djokovic, dikutip dari Associated Press. "Saya sudah memberi semuanya, apapun yang saya punya tanpa menyisakan sedikit pun."


Bahkan amarah Djokovic benar-benar tidak terbendung di tengah krisis yang dialaminya tersebut. Djokovic tertangkap berkali-kali melemparkan raket hingga mendapat peringatan lisan dari wasit imbas aksinya melempar raket entah ke net maupun ke barisan fotografer yang meliput.

"Ini adalah bagian dari diri saya," kata Djokovic. "Saya tidak suka melakukan ini. Saya minta maaf harus mengirimkan pesan seperti ini, tetapi kita semua adalah manusia dan beberapa kali kita memang sulit untuk mengendalikan emosi."

Sebenarnya Djokovic masih bisa mengincar medali perunggu untuk nomor ganda campuran bersama Stojanovic, namun akhirnya ia memilih mundur. Keduanya dijadwalkan bertanding melawan pasangan Australia, Ash Barty dan John Peers, yang otomatis mendapat medali perunggu atas mundurnya Djokovic-Stojanovic.

"Saya minta maaf kepada Nina karena tidak bisa bermain, badan saya sudah menyerah," pungkasnya penuh penyesalan, sembari menegaskan bahwa dirinya selama ini bermain dengan banyak cedera di tubuh. "Saya bermain dengan bantuan obat, sakit yang tak terbayangkan, dan kelelahan."

Medali terakhir yang Djokovic raih adalah di Olimpiade Beijing 2008 lalu, yakni medali perunggu. Namun Djokovic sendiri sudah beberapa tahun belakangan secara berturut-turut meraih titel Grand Slam.

(wk/elva)

You can share this post!