Jovial Da Lopez Tuai Kecaman Usai Kritik Orang Indonesia Lebih Suka Budaya Korea
Instagram/jovialdalopez
Selebriti

Jovial Da Lopez ramai dikritik karena komentar kontroversialnya soal pecinta K-Pop alias K-Popers Indonesia. Netter menyayangkan cara pandang Jovial yang masih saja kuno dan menganggap pecinta K-Pop tidak nasionalis.

WowKeren - Sosok YouTuber Jovial Da Lopez mendadak ramai diperbincangkan netizen usai komentarnya soal K-Popers Indonesia menuai kontroversi. Komentar Jovial tersbut dibuatnya sebagai respons atas sebuah unggahan di akun Instagram @folkative.

Dalam sebuah unggahan, akun @folkative membeberkan fakta bahwa terdapat 7,5 miliar cuitan soal K-Pop di media sosial Twitter dari rentang waktu 1 Juli 2020 hingga 30 Juni 2021. Dijelaskan bahwa Indonesia menjadi negara peringkat pertama yang paling banyak mencuit seputar K-Pop. Menariknya, banyaknya cuitan seputar K-Pop dari netizen Indonesia melebihi warga Korea Selatan sendiri.

"Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara yang paling banyak tweet tentang K-pop di Twitter. Selain Indonesia, negara lain yang paling banyak menyumbang tweet tentang Kpop adalah Filipina, Thailand, Korea Selatan, dan Amerika Serikat," tulis akun tersebut dalam bahasa Inggris, Minggu (1/8).

Sementara itu, artis Korea yang masih banyak dibicarakan di Twitter adalah boygroup BTS (Bangtan Boys). "BTS masih menjadi yang paling banyak dibicarakan di Twitter. Urutan berikutnya adalah NCT, Black Pink, EXO, dan Treasure," pungkasnya.

Jovial Da Lopez Tuai Kecaman Usai Kritik Orang Indonesia Lebih Suka Budaya Korea

Instagram


Melihat fakta itu, Jovial da Lopez pun menuliskan komentarnya. Ia nampak kaget dengan data yang disuguhkan. YouTuber 31 tahun itu juga sangat menyayangkan bahwa sumber daya manusia Indonesia kerjanya hanya membangun budaya negara lain.

"Melebihi Korea sendiri? Wow. Sangat disayangkan, ketika SDM kita kerjaannya hanya untuk membangun budaya orang lain," ujar Jovial Da Lopez.

Sayangnya, komentar Jovial ini malah memicu amarah netizen yang tidak setuju dengan pendapatnya. Bukan hanya para pecinta K-Pop yang mengkritiknya, namun netizen lain yang tak suka K-Pop pun merasa pendapat Jovial terlalu subjektif.

Sejumlah netizen juga menjelaskan faktor mengapa Indonesia jadi negara terbanyak dengan cuitan seputar K-Pop. Hal ini lantaran jumlah penduduk Indonesia memang lebih banyak dari Korea Selatan. Selain itu, dijelaskan juga bahwa pecinta K-Pop di Korea tidak banyak yang main media sosial Twitter.

"Maaf apa bedanya kamu yg suka dengerin lagu barat dan kita dengerin lagu kpop? toh mau dengerin lagu kpop, barat, india kek apa kek ya hak orang yaa gabisa kan kamu ngatur2 selera orang dalam memilih lagu masa harus ngikutin selera kamu, gak kan?" kata salah seorang netter. "Jadi please gausah deh bawa2 kpop padahal kamu sendiri masih dengerin lagu barat atau sejenisnya. Mau kita sbg kpopers dengan dengerin lagu mereka kan gak menghilangkan cinta kita ke negara sendiri dan gak ngerugiin kamu juga. Jadi tolong kalau mau koreksi ke orang lain kamu harusnya intropeksi diri sendiri, terimakasih."

"Melebihi Korea karena mereka pake naver, China jg pake weibo. Dia juga suka NBA kan, adeknya suka anime. Sama aja," sahut yang lain. "Miris tau perspektifnya dia ternyata gitu," timpal lainnya.

(wk/lara)

You can share this post!

Related Posts