Korut Disebut Sudah Keluarkan Cadangan Beras Darurat Untuk Warga, Krisis Pangan Makin Memburuk?
Unsplash/Boudewijn Huysmans
Dunia

Badan Intelijen Nasional Seoul (NIS) mengatakan pada pertemuan komite parlementer tertutup bahwa Korut memasok beras yang sedianya disimpan untuk masa perang kepada warga yang kekurangan makanan.

WowKeren - Korea Utara disebut telah mengeluarkan cadangan beras militer darurat karena masalah kekurangan pangan yang memburuk. Hal ini dilaporkan oleh badan mata-mata Korea Selatan pada Selasa (3/8).

Badan Intelijen Nasional Seoul (NIS) mengatakan pada pertemuan komite parlementer tertutup bahwa Korut memasok beras yang sedianya disimpan untuk masa perang kepada warga yang kekurangan makanan, pekerja, dan lembaga negara pedesaan. Melansir Associated Press, hal ini diungkapkan oleh Ha Tae-keung, salah satu anggota parlemen yang menghadiri sesi tersebut.

Ha Tae-keung mengutip NIS dan menjelaskan bahwa gelombang panas dan kekeringan yang berkelanjutan telah memusnahkan beras, jagung serta tanaman lainnya di Korut. Selain itu, hewan ternak juga banyak yang mati.

Sementara itu, Kim Byung-kee yang merupakan anggota parlemen lainnya juga mengutip NIS yang mengatakan bahwa Korea Utara biasanya membutuhkan sekitar 5,5 juta ton makanan untuk memberi makan 26 juta penduduknya. Namun saat ini Korut dilaporkan kekurangan 1 juta ton. Menurut Kim Byung-kee, NIS mengatakan kepada anggota parlemen bahwa Korut kehabisan stok biji-bijian.


Harga beras yang merupakan hasil panen terpenting di Korut dilaporkan naik hingga dua kali lipat sejak awal tahun ini. Harga beras dilaporkan sempat stabil pada bulan Juli, namun akhirnya melonjak lagi.

Kwon Tae-jin, seorang ahli di GS&J Institute swasta di Korea Selatan, menilai Korut kemungkinan akan melepaskan cadangan beras militer untuk dijual dengan harga lebih murah demi menstabilkan harga di pasaran. Kwon Tae-jin mengatakan bahwa harga beras di Korut "sangat tidak stabil" karena pemerintah memiliki batasan berapa banyak beras yang dapat dipasok. Ini memang bukan pertama kalinya Korut melepaskan cadangan beras negara, namun penilaian bahwa tidak banyak yang tersisa dalam persediaan biji-bijian dinilai mengkhawatirkan.

Diketahui, panas dan kekeringan mengurangi pasokan pangan Korut. Masalah pasokan pangan tersebut dilaporkan terjadi kala ekonomi Korut terus dihantam oleh pandemi COVID-19 yang berkepanjangan.

Untungnya, masih belum ada kelaparan massal dan kekacauan sosial yang dilaporkan terjadi di negara pimpinan Kim Jong Un tersebut. Namun para pengamat telah memperkirakan situasi pangan Korut semakin memburuk hingga panen musim gugur.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts