Atlet lari Belarus yang menolak dipulangkan ke negara asalnya, kini diketahui berada di Polandia. Sebelumnya, atlet tersebut secara mendadak diminta kembali pulang dan tidak meneruskan pertandingan di Olimpiade Tokyo 2020.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 06 Agustus 2021 - 16:27 WIB
WowKeren - Atlet lari asal Belarus Krystsina Tsimanouskaya harus mengubur impiannya untuk mendapatkan medali di Olimpiade Tokyo 2020. Hal ini lantaran dirinya dipaksa untuk kembali pulang ke negaranya.
Sebelumnya, Tsimanouskaya dipaksa pulang oleh Komite Olimpiade Belarus setelah melayangkan protes rencana komite untuk memasukkannya di nomor lari estafet putri 4x400 meter lantaran beberapa teman atletnya tidak lolos tes obat-obatan. Sedangkan ia sebenarnya akan mengikuti ajang di nomor lari cepat 100 dan 200 meter.
Tsimanouskaya mengaku tidak ingin kembali ke negara asalnya dengan alasan keselamatannya. Ia pun mendapatkan dukungan dari Polandia. Ia berterima kasih kepada pihak yang membantu melindunginya, termasuk Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Sementara itu, dua pelatih tim Belarus telah dikeluarkan dari Olimpiade usai terlibat dalam upaya mengirim Tsimanouskaya kembali pulang ke negara asalnya. Pada Jumat (6/8) waktu setempat, IOC mengatakan bahwa pihaknya telah menghapus kredensial Artur Shimak dan Yuri Maisevich.
"Kedua pelatih itu diminta untuk segera meninggalkan Desa Olimpiade dan telah melakukannya," tutur IOC. "Itu dilakukan sebagai tindakan sementara selama penyelidikan formal demi kepentingan kesejahteraan para atlet."
Shimak dan Maisevich diketahui terus melakukan kontak kepada Tsimanouskaya. Hal ini kemudian membuat IOC mengaitkannya dengan niat mereka yang ingin membawanya kembali ke Belarus. Hal ini dibuktikan saat mereka membawa Tsimanouskaya dengan mobil ke bandara yang diduga akan dibawa kembali pulang.
Mengetahui hal tersebut, Tsimanouskaya pun mengkritik dua pelatih itu melalui media sosial. Saat ini, Tsimanouskaya diketahui berada di Polandia dengan visa kemanusiaan.
Kemudian, IOC mengatakan bahwa Shimak dan Maisevich akan diberikan kesempatan untuk menjelaskannya kepada Komisi Displinernya yang menyelidiki kasus tersebut. Meski demikian, IOC enggan menjelaskan secara detail keberadaan dua pelatih itu apakah masih di Jepang atau sudah kembali ke Belarus.
Sebagai informasi, Belarus saat ini berada dalam kekacauan selama satu tahun sejak Aleksander Lukashenko mengklaim masa jabatan presiden keenam setelah pemilihan negara bagian secara luas diduga telah dicurangi untuk mendukungnya. Selain itu, ia juga memimpin Komite Olimpiade Belarus sejak 1990-an hingga tahun ini, yang nantinya akan digantikan oleh putranya, Viktor.
(wk/tiar)