Jepang Catatkan 1 Juta Kasus COVID-19 Jelang Penutupan Olimpiade Tokyo
PxHere
Dunia

Namun bukan menyalahkan Olimpiade Tokyo, PM Yoshihide Suga mengungkap alasan lain mengapa kasus COVID-19 di Jepang bisa melonjak sampai 2 kali lipat dalam kurun 4 bulan.

WowKeren - Olimpiade Tokyo akan resmi ditutup pada Minggu (8/8) besok. Dan menjelang penutupannya, Jepang mencatatkan secara resmi angka 1 juta kasus COVID-19 di negaranya.

Capaian 1 juta kasus ini dilaporkan pada Jumat (6/8) waktu setempat. Namun bukan karena Olimpiade Tokyo, otoritas kesehatan Jepang menyalahkan lonjakan kasus ini kepada virus Corona varian Delta yang belakangan berkembang lebih luas di berbagai negara.

Jepang sendiri kini tengah sangat mewaspadai lonjakan kasus COVID-19 menyusul catatan 1 juta kasus kumulatif ini. Sebab hanya dalam jangka 4 bulan angka kasus kumulatif berlipat ganda sampai 100 persen.

Bahkan beberapa pakar kesehatan mulai khawatir angka kasus positif akan melonjak secara eksponensial. Terbukti dari semakin banyaknya rekor kasus harian yang dipecahkan di berbagai perfektur, seperti Tokyo yang mencatatkan 4.515 kasus baru, sedangkan Osaka mengonfirmasi 1.310 infeksi baru.


Namun perburukan situasi COVID-19 ini bukan cuma dialami Tokyo dan Osaka yang kini kembali ke status darurat. Perfektur Okinawa serta beberapa daerah lain juga diketahui melakukan pembatasan ketat imbas kenaikan wabah COVID-19 ini.

Jepang juga mengamati bahwa kenaikan kasus COVID-19 ini banyak dialami oleh kalangan muda yang saat ini terus dikejar untuk divaksin. Sedangkan golongan lanjut usia yang sudah lebih dulu menerima dosis vaksinasi dilaporkan mengalami penurunan dari segi keparahan infeksi COVID-19 sehingga tidak harus sampai dirawat di rumah sakit.

Kendati demikian, Jepang saat ini pun berhadapan dengan kelangkaan stok vaksin COVID-19. Dan di sisi lain, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengaku akan melakukan diskusi lebih jauh untuk menentukan apakah Paralimpiade Tokyo bisa digelar dengan penonton atau tidak.

Sebagai informasi, Olimpiade Tokyo akan berakhir Minggu (8/8) besok, sedangkan Paralimpiade Tokyo akan dimulai 24 Agustus 2021 mendatang. Yang menjadi tuan rumah masih Tokyo yang bersama beberapa perfektur lain memasuki status darurat COVID-19 hingga 31 Agustus 2021.

"Saya tidak melihat bahwa Olimpiade Tokyo yang menyebabkan lonjakan kasus," tegas Suga dalam sebuah pernyataan persnya. Hal ini semakin menegaskan bahwa otoritas Jepang menyalahkan kenaikan kasus pada sebaran virus Corona varian Delta.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait