Hampir 100 pabrik pengolahan makanan di seluruh Thailand telah ditutup atau ditutup sebagian dengan pengurangan kapasitas produksi. Beberapa pasar juga tutup.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 07 Agustus 2021 - 15:03 WIB
WowKeren - Dampak pandemi COVID-19 di Thailand mulai memburuk. Pandemi yang menyebar telah memaksa sejumlah pabrik untuk tutup, begitu juga tempat pengolahan makanan karena banyak pekerja yang terinfeksi COVID-19.
Akibatnya, Negeri Gajah Putih itu kini tengah menghadapi kemungkinan kekurangan pasokan makanan. Pasar dan supermarket mulai mengalami pengurangan stok yang tersedia.
Bagaimana tidak, hampir 100 pabrik pengolahan makanan di seluruh negeri ditutup atau ditutup sebagian dengan pengurangan kapasitas produksi. Beberapa pasar tutup karena kurangnya pasokan makanan untuk dijual. Di pasar umum lainnya, banyak kios yang tutup dan yang tetap buka sering kehabisan stok, tidak mampu memenuhi semua permintaan pelanggan mereka.
Sementara itu, pemasok makanan yang mengalami kelangkaan mengurangi frekuensi pengiriman mereka dan hanya mengirimkan sebagian kecil dari jumlah yang dipesan untuk menjatah stok. Kelangkaan ini juga mulai mendorong harga pangan naik.
Pembeli mulai merasakan tekanan karena mereka menemukan lebih sedikit pilihan dan harga yang lebih tinggi di pasar lokal dan supermarket mereka. Makanan pokok seperti daging, mi, susu, makanan ringan, saus, permen, sosis, dan makanan instan sering kali kekurangan pasokan.
Tahun lalu saat pandemi mulai merebak, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan berjanji tidak akan ada kelangkaan bahan makanan pokok seperti ini, meski lockdown berlangsung setahun. Pabrik pengolahan makanan berusaha tetap beroperasi sambil tetap menjaga karyawan tetap aman dari wabah COVID-19.
Presiden Asosiasi Perdagangan Eceran dan Grosir Thailand mengatakan bahwa banyak pabrik pengolahan makanan mengalami penurunan kapasitas produksi sebesar 20 hingga 30 persen. Pengurangan ini secara negatif dilengkapi dengan peningkatan permintaan bahan makanan karena sebagian besar negara berada di bawah lockdown sebagian.
Fenomena kekurangan pasokan makanan juga sebelumnya dilaporkan terjadi di Inggris. Banyaknya jumlah pekerja yang terisolasi menyebabkan rantai pasokan terganggu, yang disebut sebagai "pingdemic" di Inggris. Aplikasi kesehatan Inggris mengumumkan bahwa sebanyak ratusan ribu pekerja tengah mengisolasi diri mereka setelah kontak dengan seseorang dengan COVID-19.
(wk/zodi)