Kebebasan Akses Internet Di Thailand Semakin Menurun, Naik Peringkat Di Dunia
AFP/Jack Taylor
Dunia

Tak sedikit negara yang membatasi akses internet bagi masyarakatnya. Adapun sejumlah cara dalam membatasinya seperti menyensor atau memblokir beberapa situs yang dianggap tidak baik untuk diakses.

WowKeren - Perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat masyarakat semakin dimudahkan untuk mengakses hal-hal yang ingin diketahui. Melalui jaringan internet, masyarakat bisa mendapatkan segala informasi di dunia melalui telepon genggam.

Akan tetapi, hal ini juga memiliki dampak negatif, jika tidak digunakan dengan bijak. Misalnya adalah justru memanfaatkannya dengan mengakses situs terlarang seperti pornografi.

Berdasarkan data Comparitech, Thailand saat ini telah berpindah ke peringkat ketiga terendah di dunia dalam kebebasan mengakses internet. Comparitech sendiri merupakan sebuah situs web yang berfokus pada peningkatan keamanan siber dan privasi online.

Menurut Comparitech, kebebasan internet di Thailand sebesar 73 persen dibatasi. Hal ini membuatnya ditempatkan di antara kelompok kecil bersama dengan Belarus, Qatar, Suriah, Turkmenistan, dan Uni Emirat Arab, dan Korea Utara, serta Tiongkok. Skor Thailand menurun secara signifikan dari 6 ke 10 di tahun 2020.


Penurunan skor itu faktor utamanya disebabkan oleh peningkatan sensor situs dewasa. Salah satu dari 20 situs dewasa yang paling banyak dikunjungi di Thailand.

Para peneliti pun melakukan perbandingan negara demi negara untuk melihat mana yang memberlakukan pembatasan internet paling keras. Selain itu, mereka juga mencari di mana warganya bisa menikmati kebebasan online paling banyak.

Hal itu dilakukan oleh peneliti untuk melihat pembatasan atau larangan untuk torrent, pornografi, media sosial, jaringan pribadi virtual (VPN), dan aplikasi perpesanan/VolP, dan pembatasan atau penyensoran berat media politik. Dalam penilaian negara-negara terburuk untuk sensor internet, Thailand mendapatkan skor 8.

"Semua negara ini (di tingkat kedelapan) melarang pornografi, menyensor media politik secara ketat, membatasi media sosial (larangan juga terlihat di Turkmenistan), dan membatasi penggunaan VPN," tutur Comparitech. "Thailand mengalami peningkatan sensor terbesar, termasuk pengenalan larangan porno online yang menyebabkan 190 situs dewasa dihapus."

Di sisi lain, Thailand juga merupakan salah satu dari tiga negara yang tampaknya telah meningkatkan sensor dari tahun 2020. Tak hanya Thailand, ada juga negara lain yang melakukan hal serupa yakni Guinea dan Yunani.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait