Api melalap hampir 60 ribu hektar hutan di Pulau Evia, Yunani, memaksa dua ribu lebih warganya untuk segera mengungsi dengan kapal. Ini merupakan kebakaran hutan terburuk dalam 3 dekade.
- Elvariza Opita
- Senin, 09 Agustus 2021 - 13:48 WIB
WowKeren - Kebakaran hutan ketika musim panas mungkin sebenarnya bukan hal asing. Namun belakangan kebakaran yang terjadi begitu hebat dan seolah serempak di beberapa wilayah, termasuk yang kini menjadi sorotan adalah di hutan Pulau Evia, Yunani.
Angin kencang ditambah dengan tingginya suhu udara menyebabkan kebakaran hutan di Yunani begitu masif. Upaya pemadaman sampai memakai helikopter dan pesawat pun coba dilakukan namun sampai saat ini belum mendapat hasil yang maksimal.
Alhasil ratusan warga setempat kini diungsikan menggunakan kapal. Sedangkan tak sedikit pula warga yang sudah kabur menjauhi hutan dengan berjalan kaki, semata demi melindungi diri dari masifnya kebakaran yang terjadi.
"Saya sangat marah. Saya kehilangan rumah, selanjutnya semua tak lagi sama," kata salah seorang warga Pulau Evia yang dalam pengungsian. "Ini bencana besar. Desa kami hancur, tidak ada lagi yang tersisa dari rumah kami, properti kami, tidak ada sama sekali."
Hampir 300 pemadam kebakaran Yunani sudah diterjunkan ke lokasi, dibantu oleh 200 petugas yang dikirim Ukraina dan Romania. Setidaknya 17 pesawat dan 66 kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api di pulau tersebut. Bantuan juga datang dari beberapa negara tetangga seperti Prancis, Spanyol, Inggris, dan Serbia.
Pakar Meteorologi Senior dari AccuWeather, John Gresiak, mengemukakan suhu di lokasi bisa mencapai lebih dari 100 derajat Fahrenheit atau hampir 38 derajat Celsius. Kelembaban relatif di lokasi sekitar 10-15 persen, sedangkan angin bergerak dengan kecepatan 30 meter per jam, yang menurut Gresiak adalah kondisi brutal yang menyebabkan api semakin sulit dikontrol.
Pemerintah Yunani berupaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan situasi sekaligus mengatasi korban-korban yang berjatuhan. Mereka membuka layanan telepon untuk menolong warga yang mengalami kesulitan bernapas, pun mendesak masyarakat untuk menghindari perjalanan yang tidak diperlukan atau membuka jendela.
Api yang membakar ini, menurut para pakar, adalah yang terburuk dalam 3 dekade terakhir. Setidaknya 56 ribu hektar hutan di Pulau Evia sudah terbakar dalam sepuluh hari terakhir, dan dua orang meninggal termasuk seorang pemadam kebakaran.
(wk/elva)