PBB Sebut Manusia Akan Menghadapi Iklim Yang Lebih Ekstrem Dan Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Dunia

PBB merilis sebuah laporan yang berkaitan dengan perubahan iklim yang ekstrem. Pada dasarnya, perubahan iklim merupakan hal yang biasa terjadi di seluruh dunia.

WowKeren - Perubahan cuaca yang terjadi di dunia, sebenarnya merupakan hal yang biasa. Akan tetapi, jika perubahan cuacanya sudah di luar ambang batas kewajaran, itu menjadi suatu hal yang patut diwaspadai.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut bahwa umat manusia akan mengalami cuaca yang lebih ekstrem di tahun-tahun mendatang dan itu merupakan konsekuensi yang harus dihadapi akibat naiknya permukaan laut dan mencairnya es di Kutub Utara. Hal ini disampaikan oleh para ilmuwan seluruh dunia dalam laporan iklim PBB.

Adapun laporan iklim itu dirilis pada Senin (9/8), dan menyebut akan terjadi perubahan iklim yang belum pernah terjadi sebelumnya. Laporan itu pun turut menyalahkan manusia atas hal tersebut, dan meletakkan kasus untuk pengurangan drastis emisi untuk menahan suhu global di bawah batas yang ditetapkan oleh Perjanjian Paris 2015.

"Skala perubahan baru-baru ini di seluruh sistem iklim secara keseluruhan dan keadaan saat ini dari banyak aspek sistem iklim belum pernah terjadi sebelumnya selama berabad-abad hingga ribuan tahun," bunyi laporan yang dikeluarkan oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim yang berbasis di Jenewa (IPCC).


Sementara itu, suhu permukaan rata-rata bumi diproyeksikan mencapai 1,5 Celcius (2,7 F) atau 1,6 Celcius (2,9 F) di atas tingkat pra industri sekitar tahun 2030 di kelima skenario emisi gas rumah kaca. Mulai dari yang sangat optimis, hingga sembrono dipertimbangkan oleh laporan tersebut.

Dalam laporan terkait perubahan iklim itu, 10 tahun lebih awal dari yang diprediksikan oleh IPCC. Pada pertengahan abad, ambang 1,5 Celcius (2,7 F) akan dilanggar scara menyeluruh dengan sepersepuluh derajat di sepanjang jalur paling ambisius, serta hampir satu derajat penuh pada ekstrem yang berlawanan.

Laporan tersebut, disusun oleh 234 pakar dari 66 negara di dunia, dan merupakan laporan terlengkap yang dirilis PBB sejak 2013. Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres menyebut bahwa penilaian IPCC sebagai kode merah untuk kemanusiaan.

"Laporan ini harus membunyikan lonceng kematian untuk batu bara dan bahan bakar fosil, sebelum mereka menghancurkan planet kita," tutur Guterres. "Negara-negara juga harus mengakhiri semua eksplorasi dan produksi bahan bakar fosil baru dan mengalihkan subsidi bahan bakar fosil ke energi terbarukan."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait