Korea Utara memperingatkan Korea Selatan dan Amerika Serikat akan menghadapi ancaman yang lebih serius karena nekat menggelar latihan militer bersama mulai Selasa (10/8) hari ini.
- Elvariza Opita
- Selasa, 10 Agustus 2021 - 12:14 WIB
WowKeren - Latihan militer bersama yang diselenggarakan Korea Selatan dan Amerika Serikat pada akhirnya tetap dilaksanakan. Meski mendapat ancaman dari Korea Utara, kedua negara tetap melaksanakan latihan militer bersama mereka yang dimulai Selasa (10/8) hari ini.
Kantor Berita Yonhap dari Korsel melaporkan, babak permulaan latihan militer dimulai hari ini, dan akan dilanjutkan dengan latihan skala penuh tanggal 16-26 Agustus 2021. Namun karena masih pandemi COVID-19, latihan akan diselenggarakan secara digital dengan dominansi simulasi komputer.
Latihan ini dinamai Pelatihan Staf Manajemen Krisis. Pelatihan didesain untuk mempersiapkan pasukan satu sama lain dalam menghadapi potensi ancaman ke depan, di mana tahap permulaan diselenggarakan sampai Jumat (13/8).
Situasi ini pun tentu saja tak luput dari pengamatan Korut. Dan seperti sebelumnya, Korut pun menunjukkan sikap kontra, bahkan tak ragu mengancam Korsel dan AS yang dianggap membangkang dari segala peringatan Korut.
Yang menyampaikan adalah Kim Yo Jong, adik dari pimpinan Korut Kim Jong Un. Politikus wanita dengan jabatan berpengaruh di Korut tersebut mengancam Korsel dan AS akan menghadapi musuh yang lebih berat karena nekat menggelar latihan militer bersama meski sudah diperingatkan Korut sebelumnya.
"Latihan ini adalah aksi yang tidak disambut baik dan merupakan penghancuran diri yang bisa meningkatkan tensi di Semenanjung Korea," kata Kim Yo Jong kepada kantor berita KCNA. "Amerika Serikat dan Korea Selatan akan menghadapi ancaman keamanan yang lebih serius karena sudah mengabaikan peringatan berkali-kali dari kami untuk mengundur latihan perang berbahaya seperti ini."
Korut berpandangan, latihan militer Korsel dan AS ini malah mencederai sikap kedua negara yang sebelumnya menilai dialog negosiasi adalah jalan keluar terbaik untuk mendamaikan Semenanjung Korea. "(Latihan militer tersebut) membuktikan bahwa penting bagi kami untuk terus menimbun kekuatan demi menghadapi ancaman eksternal," ungkap Kim Yo Jong.
"Kami akan memperkuat pertahanan nasional kami," sambung Kim Yo Jong menegaskan. "Dan kemampuan pencegahan yang kuat untuk dengan cepat menanggapi setiap tindakan militer yang akan diambil selanjutnya."
Di sisi lain, Korut tengah menghadapi sejumlah krisis di tengah pandemi COVID-19 yang melanda. Mulai dari krisis pangan hingga baru-baru ini banjir yang juga menerjang.
(wk/elva)