Sebuah sumber yang berbasis di kota Dandong, Tiongkok, di Provinsi Liaoning, mengatakan bahwa informasi tentang pembukaan kembali itu berasal dari pejabat Korea Utara.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 10 Agustus 2021 - 15:30 WIB
WowKeren - Sebuah laporan pers Jepang menyatakan jika Korea Utara kemungkinan akan membuka kembali rute perdagangan darat dengan negara tetangganya, Tiongkok. Diketahui, negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un ini telah menangguhkan hubungan tersebut selama berbulan-bulan.
Sebuah sumber yang berbasis di kota Dandong, Tiongkok, di Provinsi Liaoning, mengatakan kepada Nikkei bahwa informasi tentang pembukaan kembali itu berasal dari pejabat Korea Utara. Sumber itu mengatakan perdagangan Korea Utara-Tiongkok kemungkinan akan dilanjutkan pada akhir bulan.
Dandong adalah titik pertukaran penting bagi kedua negara. Hampir 90 persen perdagangan Korea Utara dilakukan dengan Tiongkok. Sebelum pandemi merebak 70 persen dari semua perdagangan Tiongkok-Korea Utara dilakukan melalui Dandong.
Namun, Korea Utara memutuskan untuk menutup perbatasannya sejak awal pandemi. Yang mana, langkah ini telah menyebabkan penurunan aktivitas yang signifikan.
Namun, negara itu mungkin telah membiarkan rute maritim terbuka untuk barang-barang darurat. Awal tahun ini, Komite Kontrol Negara Pelabuhan Asia-Pasifik menunjukkan kapal-kapal Korea Utara memasuki berbagai pelabuhan Tiongkok.
Nikkei melaporkan bahwa eksekutif perusahaan perdagangan lainnya di Dandong "tidak yakin" tentang pembukaan kembali perbatasan. Hal ini disebabkan karena kekhawatiran lonjakan kasus varian Delta yang menular dari COVID-19 di Tiongkok.
Diketahui, Korea Utara telah berusaha untuk melanjutkan perdagangan berbasis darat "beberapa kali" sejak April. Namun pemimpin negara itu akhirnya menunda pembukaan kembali karena Kim Jong Un khawatir tentang gelombang terbaru virus corona baru di Tiongkok.
Duta Besar Korea Utara untuk Indonesia An Kwang Il yang juga merupakan utusan Pyongyang untuk ASEAN mengatakan, respons Korea Utara terhadap COVID-19 terbilang sukses. Varian Delta menyebar di negara lain karena kebijakan "tergesa-gesa" untuk mencabut pembatasan.
Sementara itu, negara itu belum lama ini dilaporkan tengah berjuang menghadapi kerusakan akibat bencana banjir. Masalah ini terjadi di tengah persoalan krisis pangan sehingga kondisi tersebut kain memicu kekhawatiran bahwa krisis pangan di negara bersenjata nuklir itu akan semakin memburuk.
(wk/zodi)